Rusia bantah DK PBB jatuhkan resolusi pada Suriah
Kamis, 26 September 2013 - 09:36 WIB
Rusia bantah DK PBB jatuhkan resolusi pada Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Dua diplomat negara Barat, mengklaim, lima kekuatan dari anggota Dewan Keamanan PBB sepakat untuk menjatuhkan resolusi terhadap Suriah. Kelima anggota DK PBB itu adalah Amerika Serikat, Rusia, Prancis, China dan Inggris.
Tapi, Rusia membantah ada kesepakatan penjatuhan resolusi terhadap sekutunya tersebut. Salah satu diplomat negara Barat yang diwawancarai Reuters, dengan syarat anonim, mengatakan kesepakatan lima anggota DK PBB untuk menjatuhkan resolusi PBB terjadi, setelah lima menteri luar negeri dari anggota DK PBB makan siang dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Menurut diplomat itu, rancangan resolusi dapat disampaikan kepada 15 negara anggota tidak tetap tetap DK PBB. ”Tampaknya hal-hal sudah bergerak maju,” kata seorang diplomat negara Barat yang dilansir Reuters, Kamis (26/9/2013). ”Ada kesepakatan di antara lima anggota tetap. Kami sepakat dengan semua poin-poin penting.”
Seorang juru bicara Rusia untuk PBB, membantah adanya kesepakatan untuk menjatuhkan resolusi terhadap Suriah. ”Ini hanya angan-angan mereka. Ini tidak nyata. Pekerjaan pada pembahasan rancangan resolusi masih berlangsung,” ujar juru bicara itu.
Rusia sendiri khawatir, pembicaraan dengan Pemerintah AS perihal krisis Suriah, tidak berjalan mulus. Moskow khawatir, kesepakatan penyerahan senjata kimia Suriah, hanya untuk menunda serangan militer AS pada rezim Bashar al-Assad.
”Sayangnya itu perlu untuk dicatat, bahwa dalam kontak dengan Amerika, hal-hal yang tidak akan begitu lancar. Mereka tidak cukup dengan arah yang seharusya (diplomasi politik),” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.
”Para pejabat AS selalu menyebutkan, bahwa rencana untuk menghukum Damaskus tetap berlaku. Kami menarik kesimpulan tertentu dari itu, dan menganggap bahwa ancaman agresi yang melanggar hukum internasional sejauh ini hanya tertunda, tidak dihentikan sepenuhnya,” tutur Ryabkov.
Tapi, Rusia membantah ada kesepakatan penjatuhan resolusi terhadap sekutunya tersebut. Salah satu diplomat negara Barat yang diwawancarai Reuters, dengan syarat anonim, mengatakan kesepakatan lima anggota DK PBB untuk menjatuhkan resolusi PBB terjadi, setelah lima menteri luar negeri dari anggota DK PBB makan siang dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Menurut diplomat itu, rancangan resolusi dapat disampaikan kepada 15 negara anggota tidak tetap tetap DK PBB. ”Tampaknya hal-hal sudah bergerak maju,” kata seorang diplomat negara Barat yang dilansir Reuters, Kamis (26/9/2013). ”Ada kesepakatan di antara lima anggota tetap. Kami sepakat dengan semua poin-poin penting.”
Seorang juru bicara Rusia untuk PBB, membantah adanya kesepakatan untuk menjatuhkan resolusi terhadap Suriah. ”Ini hanya angan-angan mereka. Ini tidak nyata. Pekerjaan pada pembahasan rancangan resolusi masih berlangsung,” ujar juru bicara itu.
Rusia sendiri khawatir, pembicaraan dengan Pemerintah AS perihal krisis Suriah, tidak berjalan mulus. Moskow khawatir, kesepakatan penyerahan senjata kimia Suriah, hanya untuk menunda serangan militer AS pada rezim Bashar al-Assad.
”Sayangnya itu perlu untuk dicatat, bahwa dalam kontak dengan Amerika, hal-hal yang tidak akan begitu lancar. Mereka tidak cukup dengan arah yang seharusya (diplomasi politik),” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.
”Para pejabat AS selalu menyebutkan, bahwa rencana untuk menghukum Damaskus tetap berlaku. Kami menarik kesimpulan tertentu dari itu, dan menganggap bahwa ancaman agresi yang melanggar hukum internasional sejauh ini hanya tertunda, tidak dihentikan sepenuhnya,” tutur Ryabkov.
(esn)