Banjir & tanah longsor di Filipina tewaskan 19 orang
Selasa, 24 September 2013 - 17:53 WIB
Banjir & tanah longsor di Filipina tewaskan 19 orang
A
A
A
Sindonews.com – Banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Filipina utara telah menewaskan 19 orang. Menurut pemerintah setempat pada Selasa (24/9/2013), sebagian besar korban adalah anak-anak.
Empat orang dilaporkan masih hilang. Banyak kota di Filipina Utara juga masih direndam banjir. Menurut laporan Filipina News Agency yang mengutip dari pernyataan Dewan Penanggulangan Bencana Daerah, sebagian besar korban tewas, akibat tertimbun tanah longsor di Luzon.
”Tanah longsor menewaskan 16 orang di Kota Subic,” bunyi keteragan Dewan itu. Setidaknya 10 korban di antaranya, rata-rata berusia 12 tahun.
Menurut media Filipina, seorang pria 84 tahun meninggal karena hipotermia di Castillejos. Sedangkan dua orang tenggelam di provinsi tetangga Bataan.
Kemudian, tanah longsor mengubur sebuah rumah di San Marcelino, Zambales, di mana tiga dari empat penghuninya dinyatakan hilang.
Dewan tersebut, pada Selasa pagi, menyatakan, wilayah bagian Zambales, Bataan dan dua provinsi lainnya, yakni Pampanga dan Bulacan, masih direndam banjir setinggi 1,2 meter.
Empat orang dilaporkan masih hilang. Banyak kota di Filipina Utara juga masih direndam banjir. Menurut laporan Filipina News Agency yang mengutip dari pernyataan Dewan Penanggulangan Bencana Daerah, sebagian besar korban tewas, akibat tertimbun tanah longsor di Luzon.
”Tanah longsor menewaskan 16 orang di Kota Subic,” bunyi keteragan Dewan itu. Setidaknya 10 korban di antaranya, rata-rata berusia 12 tahun.
Menurut media Filipina, seorang pria 84 tahun meninggal karena hipotermia di Castillejos. Sedangkan dua orang tenggelam di provinsi tetangga Bataan.
Kemudian, tanah longsor mengubur sebuah rumah di San Marcelino, Zambales, di mana tiga dari empat penghuninya dinyatakan hilang.
Dewan tersebut, pada Selasa pagi, menyatakan, wilayah bagian Zambales, Bataan dan dua provinsi lainnya, yakni Pampanga dan Bulacan, masih direndam banjir setinggi 1,2 meter.
(esn)