Eks agen FBI bocorkan teror bom al-Qaeda ke wartawan
Selasa, 24 September 2013 - 13:07 WIB
Eks agen FBI bocorkan teror bom al-Qaeda ke wartawan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang mantan agen FBI, mengaku bersalah telah membocorkan informasi kepada wartawan, tentang rencana pemboman oleh al-Qaeda. Donald Sachtleben, 55, yang juga dituduh terlibat kasus pornografi anak, divonis 12 tahun penjara.
Sachtleben rencana pemboman oleh al-Qaeda yang bermarkas di Yaman kepada wartawan Associated Press. Kemudian, dari bocoran Sachtleben, pada Mei 2012, media itu menerbitkan sebuah artikel yang menjelaskan usaha AS untuk mengacaukan rencana pemboman oleh al-Qaida dengan target pesawat tujuan Amerika Serikat.
”Pengungkapan (informasi) ini tidak sah dan tidak dapat dibenarkan. Sangat membahayakan keamanan nasional dan menempatkan hidup warga pada risiko,” kata Wakil Jaksa Agung, James Cole dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/9/2013) .
”Untuk menjaga negara agar aman, departemen terkait harus menegakkan hukum terhadap kebocoran informasi kritis dan berbahaya seperti ini, di sisi lain juga menghormati pentingnya peran pers.”
Jaksa Agung AS, Eric Holder, menyebut pembocoran itu merupakan tindakan fatal yang paling serius yang pernah dia disebut pengungkapan keamanan nasional di antara yang paling serius yang pernah dia lihat. ”Ini menempatkan rakyat Amerika pada risiko, dan itu tidak hiperbola,” imbuhnya.
Sementara itu, Associated Press menolak untuk mengomentari hubungannya dengan Sachtleben. Tapi, Sachtleben sendiri mengaku bersalah, memberikan informasi rahasia untuk pembuatan laporan Associated Press.
Sachtleben bekerja untuk FBI sebagai teknisi bom dari 1983-2008. Pada tahun 2008, ia dipekerjakan kembali sebagai kontraktor FBI. Pada tanggal 2 Mei 2012, ia mengungkapkan informasi rahasia kepada wartawan. Sembilan hari kemudian ia ditangkap atas tuduhan lain, yakni kasus pornografi anak online.
Sachtleben rencana pemboman oleh al-Qaeda yang bermarkas di Yaman kepada wartawan Associated Press. Kemudian, dari bocoran Sachtleben, pada Mei 2012, media itu menerbitkan sebuah artikel yang menjelaskan usaha AS untuk mengacaukan rencana pemboman oleh al-Qaida dengan target pesawat tujuan Amerika Serikat.
”Pengungkapan (informasi) ini tidak sah dan tidak dapat dibenarkan. Sangat membahayakan keamanan nasional dan menempatkan hidup warga pada risiko,” kata Wakil Jaksa Agung, James Cole dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/9/2013) .
”Untuk menjaga negara agar aman, departemen terkait harus menegakkan hukum terhadap kebocoran informasi kritis dan berbahaya seperti ini, di sisi lain juga menghormati pentingnya peran pers.”
Jaksa Agung AS, Eric Holder, menyebut pembocoran itu merupakan tindakan fatal yang paling serius yang pernah dia disebut pengungkapan keamanan nasional di antara yang paling serius yang pernah dia lihat. ”Ini menempatkan rakyat Amerika pada risiko, dan itu tidak hiperbola,” imbuhnya.
Sementara itu, Associated Press menolak untuk mengomentari hubungannya dengan Sachtleben. Tapi, Sachtleben sendiri mengaku bersalah, memberikan informasi rahasia untuk pembuatan laporan Associated Press.
Sachtleben bekerja untuk FBI sebagai teknisi bom dari 1983-2008. Pada tahun 2008, ia dipekerjakan kembali sebagai kontraktor FBI. Pada tanggal 2 Mei 2012, ia mengungkapkan informasi rahasia kepada wartawan. Sembilan hari kemudian ia ditangkap atas tuduhan lain, yakni kasus pornografi anak online.
(esn)