Oposisi bersedia hadapi rezim Assad di Jenewa

Senin, 23 September 2013 - 09:50 WIB
Oposisi bersedia hadapi...
Oposisi bersedia hadapi rezim Assad di Jenewa
A A A
Sindonews.com – Kelompok Koalisi Oposisi Nasional Suriah (SNC) mengatakan, mereka bersedia berhadapan dengan rezim Assad untuk menghadiri perundingan damai Jenewa. Kesediaan mereka, diklaim untuk mengakhiri perang sipil dan menciptakan pemerintahan transisi.

Kesediaan SNC untuk berunding damai di Jenewa merupakan yang pertama kali. Kendati demikian, sejumlah tokoh dari SNC, yang sebagian ada di tempat pengasingan masih ragu-ragu dengan perundingan yang digagas Amerika Serikat dan Rusia tersebut.

Sebelumnya, mereka bersikeras menolak perundingan damai, selama Bashar al-Assad masih berkuasa di Suriah. Terlebih, mereka menyalahkan rezim Presiden Assad atas serangan pada 21 Agustus 2013 yang mereka klaim menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Kesediaan SNC berunding damai di Jenewa itu, terungkap dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB tertanggal 19 September 2013, atas nama Presiden SNC, Ahmad Jarba. ”Koalisi menegaskan kembali kesediaannya untuk terlibat dalam Konferensi Jenewa untuk masa depan,” bunyi surat yang ditulis Jarba, seperti dikutip Reuters, Senin (23/9/2013).

Sementara itu, kelompok pemberontak yang berada di luar SNC, mengecam keputusan oposisi yang bersedia berunding dan rezim Assad di Jenewa. ”Negosiasi dengan Assad akan menjadi hinaan bagi semua orang yang telah mengorbankan hidup mereka. Koalisi tidak memiliki basis di dalam wilayah Suriah untuk membuat keputusan seperti itu,” kecam Agha, salah satu anggota pemberontak Suriah yang beroperasi di dekat Damaskus.

Aktivis di Suriah utara, Mahmoud al – Zaqwan, mengatakan ia takut konferensi di Jenewa adalah upaya AS seperti yang mereka lakukan utuk menjatuhkan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, turun dari kekuasaan.”Kami tidak akan bernegosiasi dengan tiran itu. Kami tidak akan menerima Solusi Yaman di Suriah. Revolusi ini tidak hanya akan membawa kejatuhan Assad . Ini juga akan mencoba dia. Kami bersedia untuk menunggu,” ujarnya.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
40 menit yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
1 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
2 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
3 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
4 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved