Oposisi Suriah kutuk serangan jihadis pada pemberontak
Jum'at, 20 September 2013 - 18:32 WIB
Oposisi Suriah kutuk serangan jihadis pada pemberontak
A
A
A
Sindonews.com - Koalisi Oposisi Suriah mengutuk serangan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIS), loyalis al-Qaeda kepada Tentara Pembebasan Suriah (FSA), kelompok pemberontak utama di Suriah, Jumat (20/9/2013).
"Koalisi mengutuk agresi terhadap kekuatan revolusi Suriah. Hal itu mengabaikan nyawa warga Suriah, prilaku itu bertentangan dengan revolusi Suriah dan prinsip-prinsip yang berusaha untuk dicapai," ungkap Koalisi Oposisi Suriah dalam sebuah pernyataan.
Kecaman tersebut datang setelah ISIS merebut Kota Azaz yang terletak dekat perbatasan Turki, setelah terlibat baku tembak selama beberapa jam dengan FSA. ISIS berusaha menguasai Kota Azas agar dapat mengontrol perbatasan Bab as-Salameh.
Koalisi Oposisi Suriah kemudian menuduh ISIS kembali melakukan penekanan keras terhadap kebebasan sipil, dokter, wartawan, dan juga aktivis politik dalam beberapa bulan terakhir. Tidak hanya itu, ISIS punya kaitan dengan pihak asing yang membawa agenda untuk menciptakan sebuah negara baru di Suriah dan hal itu melanggar kedaulatan nasional.
Ketegangan antara FSA dan ISIS bergulir dalam beberapa bulan terakhir, terutama di wilayah utara Suriah, di mana oposisi mengontrol wilayah yang luas. Kota Aza merupakan kota pertama yang berhasil direbut FSA pada Juli 2012 dari tangan tentara Suriah, yang kemudian dijadikan sebagai tempat pemerintahan mereka sendiri.
"Koalisi mengutuk agresi terhadap kekuatan revolusi Suriah. Hal itu mengabaikan nyawa warga Suriah, prilaku itu bertentangan dengan revolusi Suriah dan prinsip-prinsip yang berusaha untuk dicapai," ungkap Koalisi Oposisi Suriah dalam sebuah pernyataan.
Kecaman tersebut datang setelah ISIS merebut Kota Azaz yang terletak dekat perbatasan Turki, setelah terlibat baku tembak selama beberapa jam dengan FSA. ISIS berusaha menguasai Kota Azas agar dapat mengontrol perbatasan Bab as-Salameh.
Koalisi Oposisi Suriah kemudian menuduh ISIS kembali melakukan penekanan keras terhadap kebebasan sipil, dokter, wartawan, dan juga aktivis politik dalam beberapa bulan terakhir. Tidak hanya itu, ISIS punya kaitan dengan pihak asing yang membawa agenda untuk menciptakan sebuah negara baru di Suriah dan hal itu melanggar kedaulatan nasional.
Ketegangan antara FSA dan ISIS bergulir dalam beberapa bulan terakhir, terutama di wilayah utara Suriah, di mana oposisi mengontrol wilayah yang luas. Kota Aza merupakan kota pertama yang berhasil direbut FSA pada Juli 2012 dari tangan tentara Suriah, yang kemudian dijadikan sebagai tempat pemerintahan mereka sendiri.
(esn)