Kerry ngotot minta PBB hukum Suriah

Jum'at, 20 September 2013 - 12:03 WIB
Kerry ngotot minta PBB...
Kerry ngotot minta PBB hukum Suriah
A A A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, bersikeras meminta Dewan Keamanan PBB untuk menghukum rezim Suriah, atas tuduhan penggunaan senjata kimia dalam perang sipil. Menurutnya, DK PBB jangan membuang-buang waktu untuk bertindak pada rezim pimpinan Bashar al-Assad itu.

”Waktunya singkat. Jangan menghabiskan waktu untuk memperdebatkan apa yang sudah kita ketahui,” kata Kerry, kemarin, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (20/9/2013).

”Kita harus mengakui bahwa dunia sedang menyaksikan, apakah kita bisa menghindari aksi militer dan mencapai solusi dengan cara-cara damai,” sindir Kerry, yang negaranya menunda untuk menyerang Suriah.

Presiden Barack Obama sendiri telah berjanji untuk tidak menyerang Suriah, tanpa persetujuan dari Kongres AS. Sedangkan sampai saat ini pemungutan suara Kongres untuk penentuan sikap soal rencana menyerang Suriah, belum terlaksana setelah Obama meminta untuk menundanya.

Kerry yang mengutip laporan PBB menyatakan, rezim Assad bersalah atas penggunaan serangan senjata kimia dalam serangan pada 21 Agustus 2013. Padahal, laporan tim investigasi PBB itu tidak menyebut siapa yang bersalah dalam serangan yang diklaim menewaskan lebih dari 1.000 orang tersebut.

Laporan tim PBB hanya membenarkan adanya serangan senjata kimia di Suriah berdasarkan uji sampel. ”Ini tidak rumit, ketika kita berkata kita tahu apa yang benar, kita bersungguh-sungguh,” imbuh Kerry.

”Setiap satu titik, data dan jenis amunisi, serta peluncur yang digunakan, kemudian asal-usul amunisi, lintasan, tanda-tanda serangan, menegaskan apa yang kita sudah tahu. Serta apa yang kita beritahukan kepada Amerika dan dunia,” lanjut Kerry. Minggu depan, Kerry akan melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Kerry kembali akan menekan DK PBB untuk menjatuhkan resolusi yang mengikat terhadap Suriah.

Sementara Rusia menyebut laporan tim PBB menyimpang, tidak seimbang dan dipolitisasi untuk menyalahkan rezim Assad secara sepihak. Pemerintah Rusia menganggap ada kejanggalan dalam laporan itu, karena hanya meneliti serangan pada 21 Agustus 2013, tapi mengabaikan serangan dua atau tiga hari sebelum itu.

Begitu pun dengan Presiden Bashar al-Assad, yang juga ragu dengan laporan tim PBB. Sebab, secara logika, tidak mungkin jika pasukannya melakukan serangan senjata kimia, tapi pasukannya pula yang ikut menjadi korban. Assad pun telah meminta tim PBB kembali ke Suriah untuk meneliti secara objektif.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
43 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
1 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
2 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved