Assad minta tim PBB kembali ke Suriah
Kamis, 19 September 2013 - 12:18 WIB
Assad minta tim PBB kembali ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan, ia telah meminta tim penyelidik senjata PBB untuk kembali melakukan penyelidikan yang objektif di Suriah. Pernyataan Assad itu menyusul, komentar Pemerintah Rusia, yang menyebut laporan tim PBB telah menyimpang atau tidak seimbang.
”Kami sudah meminta mereka untuk kembali ke Suriah, untuk melanjutkan investigasi mereka,” kata Presiden Bashar al-Assad dalam sebuah wawancara dengan Fox News, kemarin, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/9/2013).
Assad mengatakan, ia tidak punya waktu lagi untuk menganalisis temuan para peneliti PBB sejauh ini. Namun, lanjut dia, kerja tim itu belum sepenuhnya rampung. ”Mereka belum benar-benar selesai,” kata Assad, yang menegaskan, jika pihak di balik serangan senjata kimia di Suriah sebenarnya para pemberontak, bukan pemerintahnya.
Sementara itu, Kepala Isnpektur Senjata PBB, Ake Sellstrom, mengatakan kepada CNN, bahwa kunjungan ke Suriah berikutnya bisa dilakukan awal pekan depan.
Assad sendiri telah bersumpah, bahwa pemerintahnya akan mematuhi kesepakatan untuk menyerahkan dan menghancurkan senjata kimia. Tapi pemusnahan senjata kimia itu butuh waktu setahun dan biaya sebesar USD1 miliar atau Rp11,2 triliun.
Dia menegaskan, kesediaan pemerintahnya untuk menyerahkan senjata kimia, bukan karena takut dengan ancaman militer Amerika Serikat.”Suriah tidak pernah takut dengan ancaman apapun. Kami benar-benar menanggapi inisiatif Rusia,” ujarnya. ”Kita taat karena kita ingin taat. Kami memiliki insentif yang sama sekali berbeda.”
”Kami sudah meminta mereka untuk kembali ke Suriah, untuk melanjutkan investigasi mereka,” kata Presiden Bashar al-Assad dalam sebuah wawancara dengan Fox News, kemarin, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/9/2013).
Assad mengatakan, ia tidak punya waktu lagi untuk menganalisis temuan para peneliti PBB sejauh ini. Namun, lanjut dia, kerja tim itu belum sepenuhnya rampung. ”Mereka belum benar-benar selesai,” kata Assad, yang menegaskan, jika pihak di balik serangan senjata kimia di Suriah sebenarnya para pemberontak, bukan pemerintahnya.
Sementara itu, Kepala Isnpektur Senjata PBB, Ake Sellstrom, mengatakan kepada CNN, bahwa kunjungan ke Suriah berikutnya bisa dilakukan awal pekan depan.
Assad sendiri telah bersumpah, bahwa pemerintahnya akan mematuhi kesepakatan untuk menyerahkan dan menghancurkan senjata kimia. Tapi pemusnahan senjata kimia itu butuh waktu setahun dan biaya sebesar USD1 miliar atau Rp11,2 triliun.
Dia menegaskan, kesediaan pemerintahnya untuk menyerahkan senjata kimia, bukan karena takut dengan ancaman militer Amerika Serikat.”Suriah tidak pernah takut dengan ancaman apapun. Kami benar-benar menanggapi inisiatif Rusia,” ujarnya. ”Kita taat karena kita ingin taat. Kami memiliki insentif yang sama sekali berbeda.”
(esn)