Netanyahu & Obama akan bertemu untuk bahas nuklir Iran
Rabu, 18 September 2013 - 03:04 WIB
Netanyahu & Obama akan bertemu untuk bahas nuklir Iran
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu pada 30 September di Washington DC, AS. Demikian dinyatakan Netanyahu dalam pertemuan kabinet mingguan, Selasa (17/9/2013).
Menurut Netanyahu, dalam pertemuan itu dia akan fokus pada upaya menghentikan program nuklir Iran. Netanyahu mengatakan, bahwa ada empat langkah yang diperlukan untuk menghentikan program nuklir Iran.
“Pertama, menghentikan semua pengayaan uranium. Kedua, menghapus semua uranium yang diperkaya. Ketiga, menutup Qom dan keempat menghentikan jalur plutonium,” jelas Netanyahu, seperti dikutip dari Xinhua.
"Hanya kombinasi dari empat langkah itu yang akan benar-benar bisa mengakhiri program nuklir," katanya. "Hingga empat langkah itu diterapkan, sanksi terhadap Iran perlu diperkuat dan tentu saja tidak boleh melemah," lanjutnya.
Komentar ini dilayangkan Netanyahu di tengah tanda-tanda adanya perbaikan dalam hubungan antara Washington dan Teheran, serta kemauan untuk meringankan sanksi. Beberapa hari sebelumnya, Obama mengaku telah melakukan korespondensi dengan Presiden Iran yang baru, Hasan Rouhani.
Menurut Netanyahu, dalam pertemuan itu dia akan fokus pada upaya menghentikan program nuklir Iran. Netanyahu mengatakan, bahwa ada empat langkah yang diperlukan untuk menghentikan program nuklir Iran.
“Pertama, menghentikan semua pengayaan uranium. Kedua, menghapus semua uranium yang diperkaya. Ketiga, menutup Qom dan keempat menghentikan jalur plutonium,” jelas Netanyahu, seperti dikutip dari Xinhua.
"Hanya kombinasi dari empat langkah itu yang akan benar-benar bisa mengakhiri program nuklir," katanya. "Hingga empat langkah itu diterapkan, sanksi terhadap Iran perlu diperkuat dan tentu saja tidak boleh melemah," lanjutnya.
Komentar ini dilayangkan Netanyahu di tengah tanda-tanda adanya perbaikan dalam hubungan antara Washington dan Teheran, serta kemauan untuk meringankan sanksi. Beberapa hari sebelumnya, Obama mengaku telah melakukan korespondensi dengan Presiden Iran yang baru, Hasan Rouhani.
(esn)