Terdesak, MNLF culik kepala polisi kota Zamboanga
Selasa, 17 September 2013 - 17:30 WIB
Terdesak, MNLF culik kepala polisi kota Zamboanga
A
A
A
Sindonews.com - Para pejabat Filipina, mengatakan kepala polisi Kota Zamboanga selatan diculik pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Penculikan itu, menyusul pembebasan ratusan warga yang disandera kelompok itu selama sembilan hari.
Salah satu pejabat mengatakan, polisi senior Inspektur Jose Chiquito Malayo diculik saat berusaha meyakinkan beberapa pemberontak MNLF agar menyerah, setelah mereka terdesak oleh serbuan pasukan militer Filipina pada Selasa (17/9/2013).
Inspektur Malayo ditodong orang-orang bersenjata di sebuah desa kawasan mangrove di Zamboanga. Dia kemudian ditangkap dan ditahan para pemberontak bersenjata tersebut.
Menteri Dalam Negeri Filipina, Mar Roxas, mengatakan upaya penyelamatan pimpinan polisi kota itu sedang dilakukan. Para pemberontak diduga membawa polisi tersebut ke pulau terdekat. Penculikan terhadap polisi senior itu, kembali mempersulit serangan militer Filipina terhadap pemberontak MNLF, setelah diplomasi antara pemerintah dan kelompok tersebut, buntu.
Sebelumnya, militer Filipina telah membebaskan ratusan warga yang disandera MNLF secara bertahap. Pihak militer mengklaim para gerilyawan MNLF menjadikan warga sebagai tameng ketika bertempur dengan tentara Filipina.
”Selama 18 jam terakhir, kami telah mampu menyelamatkan 116 orang, karena tekanan dari prajurit kita di lapangan,” kata juru bicara militer Letnan Kolonel Ramon Zagala, seperti dikutip BBC.
Salah satu pejabat mengatakan, polisi senior Inspektur Jose Chiquito Malayo diculik saat berusaha meyakinkan beberapa pemberontak MNLF agar menyerah, setelah mereka terdesak oleh serbuan pasukan militer Filipina pada Selasa (17/9/2013).
Inspektur Malayo ditodong orang-orang bersenjata di sebuah desa kawasan mangrove di Zamboanga. Dia kemudian ditangkap dan ditahan para pemberontak bersenjata tersebut.
Menteri Dalam Negeri Filipina, Mar Roxas, mengatakan upaya penyelamatan pimpinan polisi kota itu sedang dilakukan. Para pemberontak diduga membawa polisi tersebut ke pulau terdekat. Penculikan terhadap polisi senior itu, kembali mempersulit serangan militer Filipina terhadap pemberontak MNLF, setelah diplomasi antara pemerintah dan kelompok tersebut, buntu.
Sebelumnya, militer Filipina telah membebaskan ratusan warga yang disandera MNLF secara bertahap. Pihak militer mengklaim para gerilyawan MNLF menjadikan warga sebagai tameng ketika bertempur dengan tentara Filipina.
”Selama 18 jam terakhir, kami telah mampu menyelamatkan 116 orang, karena tekanan dari prajurit kita di lapangan,” kata juru bicara militer Letnan Kolonel Ramon Zagala, seperti dikutip BBC.
(esn)