Rouhani: Barat tengah memperkuat Israel & memperlemah perlawanan
Senin, 16 September 2013 - 18:33 WIB
Rouhani: Barat tengah memperkuat Israel & memperlemah perlawanan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan negara di kawasan Timur Tengah agar selalu waspada atas plot yang direncanakan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Rouhani, mengungkapkan, bahwa AS tengah memimpin barat untuk mengubah bentuk geopolitik di kawasan.
"Ini semua jelas bagi kita semua, bahwa Barat membuat keputusan atas seluruh wilayah ini dan tidak menyukai perubahan bentuk di kawasan yang terjadi saat ini. Hal itu menjadi alasan bagi Inggris dan Perancis kembali ke wilayah ini setelah bertahun-tahun," ungkap Rouhani mengacu pada retorika perang terbaru yang dilontarkan pejabat Perancis dan Inggris terhadap Suriah.
"Sebuah studi tentang kondisi di Libya, Mesir, Lebanon, Palestina, Irak dan Suriah saat ini menunjukkan, bahwa Barat telah membuat rantai kepada negara-negara tersebut. Hal dilakukan untuk memperkuat Israel dan melemahkan perlawanan di garis terdepan," lanjut Rouhani, seperti dilansir FARS, Senin (16/9/2013).
Rouhani merujuk perlawanan Barat terhadap Suriah dan peran penting Suriah di kawasan saat menyinggung retorika perang baru yang diluncurkan Barat. "Masalah yang terjadi di Suriah adalah takdir suatu wilayah yang besar, bukan hanya negara, hal ini bahkan mungkin mengubah nasib dunia kedalam kondisi yang spesifik," terang Rouhani.
Seperti diketahui, AS, Israel, dan Perancis telah mengadopsi retorika perang melawan Suriah atas tuduhan bahwa pemerintah Suriah berada di balik serangan kimia di dekat Damaskus pada 21 Agustus lalu. Seruan untuk melancarkan perang semakin meningkat, setelah militan Suriah mengklaim pemerintah Suriah yang seharusnya bertanggung jawab atas serangan menewaskan ratusan orang. Namun, tudingan itu dibantah keras oleh Pemerintah Suriah.
"Ini semua jelas bagi kita semua, bahwa Barat membuat keputusan atas seluruh wilayah ini dan tidak menyukai perubahan bentuk di kawasan yang terjadi saat ini. Hal itu menjadi alasan bagi Inggris dan Perancis kembali ke wilayah ini setelah bertahun-tahun," ungkap Rouhani mengacu pada retorika perang terbaru yang dilontarkan pejabat Perancis dan Inggris terhadap Suriah.
"Sebuah studi tentang kondisi di Libya, Mesir, Lebanon, Palestina, Irak dan Suriah saat ini menunjukkan, bahwa Barat telah membuat rantai kepada negara-negara tersebut. Hal dilakukan untuk memperkuat Israel dan melemahkan perlawanan di garis terdepan," lanjut Rouhani, seperti dilansir FARS, Senin (16/9/2013).
Rouhani merujuk perlawanan Barat terhadap Suriah dan peran penting Suriah di kawasan saat menyinggung retorika perang baru yang diluncurkan Barat. "Masalah yang terjadi di Suriah adalah takdir suatu wilayah yang besar, bukan hanya negara, hal ini bahkan mungkin mengubah nasib dunia kedalam kondisi yang spesifik," terang Rouhani.
Seperti diketahui, AS, Israel, dan Perancis telah mengadopsi retorika perang melawan Suriah atas tuduhan bahwa pemerintah Suriah berada di balik serangan kimia di dekat Damaskus pada 21 Agustus lalu. Seruan untuk melancarkan perang semakin meningkat, setelah militan Suriah mengklaim pemerintah Suriah yang seharusnya bertanggung jawab atas serangan menewaskan ratusan orang. Namun, tudingan itu dibantah keras oleh Pemerintah Suriah.
(esn)