Investigasi PBB tunjukkan senjata kimia digunakan di Suriah
Sabtu, 14 September 2013 - 09:23 WIB
Investigasi PBB tunjukkan senjata kimia digunakan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Hasil penelitian dari sampel yang diambil di Suriah oleh tim investigasi PBB mengkonfirmasi, bahwa, senjata kimia memang digunakan di Suriah pada serangan 21 Agustus 2013 lalu di dekat Damaskus. Namun, hasil investigasi itu tidak akan menyebut, siapa yang bersalah dalam penggunaan senjata kimia.
Kepala inspektur senjata kimia PBB, Ake Sellstrom, mengatakan, laporan investigasi dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah telah rampung. ”Ini telah dilakukan, tetapi untuk menyajikannya terserah kepada Sekretaris Jenderal (Ban Ki-moon),” kata Sellstrom, seperti dikutip BBC, Sabtu (14/9/2013).
Seorang diplomat senior PBB, mengatakan kepada BBC, bahwa Ban Ki-moon, akan melaporkan hasil investigasi itu, kepada Dewan Keamanan PBB, di New York pada Senin (16/9/2013) nanti pukul 11.00 waktu setempat.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marie Harf mengatakan, AS yakin hasil investigasi PBB tidak akan menyalahkan siapa pun. ”Tetapi itu akan memperkuat apa yang sudah kami katakan,” kata Harf, mengacu pada serangan di Ghouta, dekat Damaskus, pada 21 Agustus 2013 .
Para diplomat mengatakan, laporan itu faktual berdasarkan penelitian terhadap tanah, sampel darah dan urine korban. Selain itu, penelitian juga dilakukan dengan wawancara terhadap dokter dan saksi-saksi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengatakan, laporan investigasi tim PBB akan keluar pekan depan. Dia juga membenarkan, bahwa hasil investigasi telah mengkonfirmasi bahwa senjata kimia memang digunakan di Suriah pada 21 Agustus 2013 lalu.
Namun, dia juga tidak akan mengeluarkan pernyataan, terkait siapa yang bersalah dalam insiden itu. Alasannya, itu bukan wewenangnya untuk menyebut siapa yang bersalah.
Kepala inspektur senjata kimia PBB, Ake Sellstrom, mengatakan, laporan investigasi dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah telah rampung. ”Ini telah dilakukan, tetapi untuk menyajikannya terserah kepada Sekretaris Jenderal (Ban Ki-moon),” kata Sellstrom, seperti dikutip BBC, Sabtu (14/9/2013).
Seorang diplomat senior PBB, mengatakan kepada BBC, bahwa Ban Ki-moon, akan melaporkan hasil investigasi itu, kepada Dewan Keamanan PBB, di New York pada Senin (16/9/2013) nanti pukul 11.00 waktu setempat.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marie Harf mengatakan, AS yakin hasil investigasi PBB tidak akan menyalahkan siapa pun. ”Tetapi itu akan memperkuat apa yang sudah kami katakan,” kata Harf, mengacu pada serangan di Ghouta, dekat Damaskus, pada 21 Agustus 2013 .
Para diplomat mengatakan, laporan itu faktual berdasarkan penelitian terhadap tanah, sampel darah dan urine korban. Selain itu, penelitian juga dilakukan dengan wawancara terhadap dokter dan saksi-saksi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengatakan, laporan investigasi tim PBB akan keluar pekan depan. Dia juga membenarkan, bahwa hasil investigasi telah mengkonfirmasi bahwa senjata kimia memang digunakan di Suriah pada 21 Agustus 2013 lalu.
Namun, dia juga tidak akan mengeluarkan pernyataan, terkait siapa yang bersalah dalam insiden itu. Alasannya, itu bukan wewenangnya untuk menyebut siapa yang bersalah.
(esn)