Turki mengaku tak pernah bantu pemberontak Suriah
Jum'at, 13 September 2013 - 23:07 WIB
Turki mengaku tak pernah bantu pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Turki tidak mentolerir setiap penyebaran dan penggunaan senjata kimia. Demikian dinyatakan Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, Jumat (13/9/2013). Ia juga menyangkal laporan media yang menyatakan Turki telah membantu pemberontak Suriah memperoleh senjata kimia.
"Pengadaan dan menggunakan senjata kimia adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini berlaku untuk semua pihak," kata Davutoglu kepada wartawan di Ibu Kota Turki, Ankara. Davutoglu dengan tegas membantah, bahwa negaranya telah membantu pemberontak Suriah untuk mencapai senjata kimia.
Ia menambahkan, penggunaan senjata kimia layak untuk mendapatkan intervensi internasional, sesuai dengan hukum yang berlaku. Davutoglu juga menjelaskan, Turki menyambut positif proposal Rusia untuk Suriah, yang berencana menempatkan senjata kimia di bawah kendali masyarakat internasional.
Davutoglu menekankan, bahwa penggunaan senjata kimia tidak boleh dibiarkan begitu saja dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan, tidak hanya terhadap senjata kimia di Suriah, tetapi juga untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara yang kini telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang.
“Sebuah solusi yang hanya berdasarkan pada penyerahan senjata kimia, tidak akan membawa perdamaian ke Suriah,” kata Davutoglu.
"Pengadaan dan menggunakan senjata kimia adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini berlaku untuk semua pihak," kata Davutoglu kepada wartawan di Ibu Kota Turki, Ankara. Davutoglu dengan tegas membantah, bahwa negaranya telah membantu pemberontak Suriah untuk mencapai senjata kimia.
Ia menambahkan, penggunaan senjata kimia layak untuk mendapatkan intervensi internasional, sesuai dengan hukum yang berlaku. Davutoglu juga menjelaskan, Turki menyambut positif proposal Rusia untuk Suriah, yang berencana menempatkan senjata kimia di bawah kendali masyarakat internasional.
Davutoglu menekankan, bahwa penggunaan senjata kimia tidak boleh dibiarkan begitu saja dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan, tidak hanya terhadap senjata kimia di Suriah, tetapi juga untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara yang kini telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang.
“Sebuah solusi yang hanya berdasarkan pada penyerahan senjata kimia, tidak akan membawa perdamaian ke Suriah,” kata Davutoglu.
(esn)