HRW: Pasukan Assad bantai 248 orang di dua desa
Jum'at, 13 September 2013 - 15:47 WIB
HRW: Pasukan Assad bantai 248 orang di dua desa
A
A
A
Sindonews.com – Human Rights Watch (HRW), kelompok pembela hak asasi manusia yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), menyebut, pasukan rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad, telah mengeksekusi 248 orang di desa Bayda dan Banias, awal tahun ini. HRW memaparkan data itu, dalam laporannya yang dilansir Jumat (13/9/2013).
Kelompok itu menyerukan agar rezim Suriah bertanggung jawab. HRW, mengklaim telah menyusun daftar nama-nama dari 248 orang yang tewas di dua desa di Provinsi Tartus. Namun, mereka menduga, jumlah korban sebenarnya lebih dari angka itu. ”Salah satu contoh eksekusi massal paling mematikan sejak awal konflik di Suriah,” bunyi laporan HRW, seperti dikutip Naharnet.
Laporan itu muncul ketika masyarakat internasional membahas rencana penyerahan senjata kimia oleh Suriah, setelah serangan besar pada 21 Agustus 2013 yang mereka duga dilakukan pasukan Assad.
HRW mengatakan, kematian massal di Bayda dan Banias, berfungsi sebagai pengingat bahwa senjata lainnya juga digunakan dalam konflik Suriah. ”Sementara perhatian dunia tertuju pada pada asumsi bahwa, Pemerintah Suriah tidak bisa lagi menggunakan senjata kimia terhadap penduduknya, kita tidak boleh lupa bahwa pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan cara konvensional untuk membantai warga sipil,” kata pimpinan HRW di Timur Tengah, Joe Stork.
”Korban mengatakan kepada kami tentang cerita bagaimana senjata telah menghancurkan kerabat mereka, ketika pasukan pemerintah dan anti-pemerintah terlibat perang.
Awal pekan ini, penyelidik PBB mengatakan pasukan yang setia kepada Presiden Bashar Assad terus melakukan serangan meluas terhadap penduduk sipil. ”Melakukan pembunuhan, penyiksaan , pemerkosaan dan penghilangan paksa sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Stork.
Desa-desa Bayda dan Banias dihuni mayoritas kaum Sunni, sedangkan daerah sekitarnya mereka sebagian besar dihuni kaum Alawit, kelompok nimoritas pendukung Assad.
Kelompok itu menyerukan agar rezim Suriah bertanggung jawab. HRW, mengklaim telah menyusun daftar nama-nama dari 248 orang yang tewas di dua desa di Provinsi Tartus. Namun, mereka menduga, jumlah korban sebenarnya lebih dari angka itu. ”Salah satu contoh eksekusi massal paling mematikan sejak awal konflik di Suriah,” bunyi laporan HRW, seperti dikutip Naharnet.
Laporan itu muncul ketika masyarakat internasional membahas rencana penyerahan senjata kimia oleh Suriah, setelah serangan besar pada 21 Agustus 2013 yang mereka duga dilakukan pasukan Assad.
HRW mengatakan, kematian massal di Bayda dan Banias, berfungsi sebagai pengingat bahwa senjata lainnya juga digunakan dalam konflik Suriah. ”Sementara perhatian dunia tertuju pada pada asumsi bahwa, Pemerintah Suriah tidak bisa lagi menggunakan senjata kimia terhadap penduduknya, kita tidak boleh lupa bahwa pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan cara konvensional untuk membantai warga sipil,” kata pimpinan HRW di Timur Tengah, Joe Stork.
”Korban mengatakan kepada kami tentang cerita bagaimana senjata telah menghancurkan kerabat mereka, ketika pasukan pemerintah dan anti-pemerintah terlibat perang.
Awal pekan ini, penyelidik PBB mengatakan pasukan yang setia kepada Presiden Bashar Assad terus melakukan serangan meluas terhadap penduduk sipil. ”Melakukan pembunuhan, penyiksaan , pemerkosaan dan penghilangan paksa sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Stork.
Desa-desa Bayda dan Banias dihuni mayoritas kaum Sunni, sedangkan daerah sekitarnya mereka sebagian besar dihuni kaum Alawit, kelompok nimoritas pendukung Assad.
(esn)