Senjata kimia Suriah tersebar di 50 situs
Jum'at, 13 September 2013 - 14:43 WIB
Senjata kimia Suriah tersebar di 50 situs
A
A
A
Sindonews.com – Stok senjata kimia Suriah, diketahui tersebar di 50 situs di negara itu. Penyebaran dalam penyembunyian senjata kimia tersebut, diduga sebagai upaya untuk mempersulit Amerika Serikat (AS) untuk melacaknya.
Data tentang pennyebaran senjata kimia Suriah itu, diungkapkan Jurnal Wall Street. Menurut laporan jurnal itu, sebuah unit militer rahasia Suriah telah diberi tanggung jawab untuk menggeser gudang gas beracun dan amunisi.
Seorang pejabat AS dan Timur Tengah yang diwawancarai dengan syarat anonim, meragukan rencana Rusia untuk mengamankan senjata kimia Suriah tersebut. Para pejabat itu, mengatakan, rencana Rusia diduga untuk mempersulit serangan militer yang telah direncanakan AS terhadap rezim Suriah.
Seorang pejabat dan Anggota Parlemen AS, yang dikutip jurnal itu, mengatakan, divisi militer Suriah bernama “Satuan 450” telah memindahkan persenjataan Suriah, selama berbulan-bulan lalu. Senjata kimia mematikan itu, sekitar setahun lalu disimpan di beberapa lokasi di Suriah barat, dan sekarang sudah tersebar hampir di dua lusin situs.
”Meskipun tersebar, baik AS dan maupun badan-badan intelijen Israel masih percaya, mereka tahu di mana sebagian besar senjata itu disimpan,” tulis jurnal tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/9/2013).
”Namun, kita tahu jauh lebih sedikit, daripada enam bulan yang lalu, tentang di mana saja senjata kimia tersebut disimpan,” kata pejabat tersebut. Washington dilaporkan, akan menggunakan satelit untuk melacak keberadaan senjata-senjata kimia Suriah.
Sebelumnya, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan, bahwa Suriah akan memindahkan senjata kimia di bawah kontrol internasional. Tapi, dia menegaskan, bahwa langkah itu dilakukan bukan karena takut akan ancaman militer AS, melainkan atas permintaan Rusia.
”Suriah menyerahkan senjata kimia di bawah kontrol internasional karena Rusia,” kata Assad, kemarin. ”Ancaman militer AS sebenarnya tidak mempengaruhi keputusan Suriah untuk menyerahkan senjata kimia.”
Data tentang pennyebaran senjata kimia Suriah itu, diungkapkan Jurnal Wall Street. Menurut laporan jurnal itu, sebuah unit militer rahasia Suriah telah diberi tanggung jawab untuk menggeser gudang gas beracun dan amunisi.
Seorang pejabat AS dan Timur Tengah yang diwawancarai dengan syarat anonim, meragukan rencana Rusia untuk mengamankan senjata kimia Suriah tersebut. Para pejabat itu, mengatakan, rencana Rusia diduga untuk mempersulit serangan militer yang telah direncanakan AS terhadap rezim Suriah.
Seorang pejabat dan Anggota Parlemen AS, yang dikutip jurnal itu, mengatakan, divisi militer Suriah bernama “Satuan 450” telah memindahkan persenjataan Suriah, selama berbulan-bulan lalu. Senjata kimia mematikan itu, sekitar setahun lalu disimpan di beberapa lokasi di Suriah barat, dan sekarang sudah tersebar hampir di dua lusin situs.
”Meskipun tersebar, baik AS dan maupun badan-badan intelijen Israel masih percaya, mereka tahu di mana sebagian besar senjata itu disimpan,” tulis jurnal tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/9/2013).
”Namun, kita tahu jauh lebih sedikit, daripada enam bulan yang lalu, tentang di mana saja senjata kimia tersebut disimpan,” kata pejabat tersebut. Washington dilaporkan, akan menggunakan satelit untuk melacak keberadaan senjata-senjata kimia Suriah.
Sebelumnya, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan, bahwa Suriah akan memindahkan senjata kimia di bawah kontrol internasional. Tapi, dia menegaskan, bahwa langkah itu dilakukan bukan karena takut akan ancaman militer AS, melainkan atas permintaan Rusia.
”Suriah menyerahkan senjata kimia di bawah kontrol internasional karena Rusia,” kata Assad, kemarin. ”Ancaman militer AS sebenarnya tidak mempengaruhi keputusan Suriah untuk menyerahkan senjata kimia.”
(esn)