Suriah mengaku telah menjadi anggota Konvensi Senjata Kimia
Jum'at, 13 September 2013 - 03:41 WIB
Suriah mengaku telah menjadi anggota Konvensi Senjata Kimia
A
A
A
Sindonews.com – Rezim Suriah mengaku telah menjadi anggota penuh dari perjanjian anti senjata kimia global pada Kamis (12/9/2013). Menurut utusan Suriah di PBB, ini adalah langkah yang diperintahkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, sebagai bagian dari kesepakatan untuk menghindari serangan udara Amerika Serikat (AS).
"Mulai hari ini, secara hukum Suriah telah menjadi anggota penuh Konvensi Senjata Kimia," jelas Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, kepada wartawan di New York, setelah menyerahkan dokumen permohonan ke PBB.
Selama ini, Suriah adalah salah satu dari hanya tujuh negara yang tidak bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia yang didirikan pada 1997. Konvensi ini mengikat anggotanya untuk benar-benar menghancurkan stok senjata kimia mereka.
PBB sendiri mengaku telah menerima dokumen dari Suriah. "Dalam beberapa jam terakhir, kami telah menerima dokumen dari pemerintah Suriah yang sedang diterjemahkan, yang menjadi dokumen aksesi mengenai Konvensi Senjata Kimia," kata juru bicara PBB, Farhan Haq kepada wartawan.
"Mulai hari ini, secara hukum Suriah telah menjadi anggota penuh Konvensi Senjata Kimia," jelas Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, kepada wartawan di New York, setelah menyerahkan dokumen permohonan ke PBB.
Selama ini, Suriah adalah salah satu dari hanya tujuh negara yang tidak bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia yang didirikan pada 1997. Konvensi ini mengikat anggotanya untuk benar-benar menghancurkan stok senjata kimia mereka.
PBB sendiri mengaku telah menerima dokumen dari Suriah. "Dalam beberapa jam terakhir, kami telah menerima dokumen dari pemerintah Suriah yang sedang diterjemahkan, yang menjadi dokumen aksesi mengenai Konvensi Senjata Kimia," kata juru bicara PBB, Farhan Haq kepada wartawan.
(esn)