Israel waspadai rancana Rusia untuk Suriah
Kamis, 12 September 2013 - 12:48 WIB
Israel waspadai rancana Rusia untuk Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengatakan, bahwa Israel sedang berhati-hati dengan proposal Rusia untuk Suriah. Proposal itu berisi permintaan agar Suriah menyerahkan senjata kimia di bawah pengawasan internasional.
”Saya tidak bisa mengatakan, bahwa kami memiliki keyakinan penuh. Tetapi, jika proposal Rusia ini benar-benar akan menghapus persenjataan kimia dari Suriah, maka ini adalah cara untuk mengakhiri tragedi ini dan cara untuk mengakhiri ancaman ini juga,” kata Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/9/2013).
Berbicara di Radio Angkatan Darat Israel, Steinitz mengatakan, pelaksanaan rencana Rusia itu juga harus mendapatkan jaminan dari Moskow. ”Jaminan, bahwa Suriah membersihkan persenjataan kimia,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini Israel waspada dengan tidak berkomentar apa pun di hadapan publik mengenai perang sipil di Suriah. Termasuk serangan besar-besaran pada 21 Agustus 2013. Sebelumnya, pada Rabu (11/9/2013), Nentanyahu mendukung usulan proposal Rusia yang telah diterima Damaskus.
David Friedman, seorang mantan pejabat kontra-proliferasi dengan Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan kepada Reuters, bahwa untuk menetralkan senjata di Suriah bisa memakan waktu satu hingga dua tahun, tapi bisa dipersingkat jika senjata itu dikirim ke Rusia yang mampu menetralkan senjata kimia tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dijadwalkan bertemu di Jenewa hari ini. Tujuan pertemuan itu, untuk menyepakati strategi guna menghilangkan persenjataan Suriah.
”Saya tidak bisa mengatakan, bahwa kami memiliki keyakinan penuh. Tetapi, jika proposal Rusia ini benar-benar akan menghapus persenjataan kimia dari Suriah, maka ini adalah cara untuk mengakhiri tragedi ini dan cara untuk mengakhiri ancaman ini juga,” kata Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/9/2013).
Berbicara di Radio Angkatan Darat Israel, Steinitz mengatakan, pelaksanaan rencana Rusia itu juga harus mendapatkan jaminan dari Moskow. ”Jaminan, bahwa Suriah membersihkan persenjataan kimia,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini Israel waspada dengan tidak berkomentar apa pun di hadapan publik mengenai perang sipil di Suriah. Termasuk serangan besar-besaran pada 21 Agustus 2013. Sebelumnya, pada Rabu (11/9/2013), Nentanyahu mendukung usulan proposal Rusia yang telah diterima Damaskus.
David Friedman, seorang mantan pejabat kontra-proliferasi dengan Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan kepada Reuters, bahwa untuk menetralkan senjata di Suriah bisa memakan waktu satu hingga dua tahun, tapi bisa dipersingkat jika senjata itu dikirim ke Rusia yang mampu menetralkan senjata kimia tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dijadwalkan bertemu di Jenewa hari ini. Tujuan pertemuan itu, untuk menyepakati strategi guna menghilangkan persenjataan Suriah.
(esn)