Redam amarah Brazil, AS janji bereskan masalah spionase
Kamis, 12 September 2013 - 10:02 WIB
Redam amarah Brazil, AS janji bereskan masalah spionase
A
A
A
Sindonews.com - Gedung Putih mencoba untuk meredam pertikaian diplomatik dengan Brazil. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berjanji akan kooperatif dalam menyelesaikan masalah spionase atau mata-mata yang dilakukan NSA terhadap Presiden Brazil, Dilma Rousseff, dan komputer Petrobras.
Susan Rice, Penasihat Keamanan Nasional Presien Barack Obama, kemarin, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Brazil, Luiz Alberto Figueiredo, untuk mendiskusikan protes Brazil soal spionase itu. Laporan spionase itu, bersumber dari data Badan Keamanan Nasional (NSA) yang dibocorkan matan kontraktornya, Edward Snowden.
”Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan Brazil untuk mengatasi masalah ini. Sementara, kita terus bekerja sama pada agenda bilateral, regional dan global,” kata Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/9/2013).
Rice mengatakan kepada Figueiredo, bahwa AS memahami mengapa Brazil marah, akibat menerima bocoran data NSA itu. Namun, juru bicara kedutaan Brazil, mengatakan, Figueiredo tidak mengomentari pertemuannya dengan Rice.
Akibat bocornya kegiatan penyadapan dan spionase itu, Obama menuai banyak kritik, baik dari dalam negeri AS maupun dari luar negeri. Selain Brazil, Kaselir Jerman, Angela Merkel juga pernah memprotes spionase itu. Namun, Obama meredam amarah Merkel dengan berjanji untuk meningkatkan pengawasana dari program surveilans NSA.
Susan Rice, Penasihat Keamanan Nasional Presien Barack Obama, kemarin, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Brazil, Luiz Alberto Figueiredo, untuk mendiskusikan protes Brazil soal spionase itu. Laporan spionase itu, bersumber dari data Badan Keamanan Nasional (NSA) yang dibocorkan matan kontraktornya, Edward Snowden.
”Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan Brazil untuk mengatasi masalah ini. Sementara, kita terus bekerja sama pada agenda bilateral, regional dan global,” kata Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/9/2013).
Rice mengatakan kepada Figueiredo, bahwa AS memahami mengapa Brazil marah, akibat menerima bocoran data NSA itu. Namun, juru bicara kedutaan Brazil, mengatakan, Figueiredo tidak mengomentari pertemuannya dengan Rice.
Akibat bocornya kegiatan penyadapan dan spionase itu, Obama menuai banyak kritik, baik dari dalam negeri AS maupun dari luar negeri. Selain Brazil, Kaselir Jerman, Angela Merkel juga pernah memprotes spionase itu. Namun, Obama meredam amarah Merkel dengan berjanji untuk meningkatkan pengawasana dari program surveilans NSA.
(esn)