12 orang tewas dalam tiga serangan bom di Irak
Selasa, 10 September 2013 - 21:19 WIB
12 orang tewas dalam tiga serangan bom di Irak
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 12 orang tewas, sementara 27 orang lainnya mengalami luka-luka dalam tiga serangan bom terpisah di Provinsi Diyala, wilayah timur Irak, Selasa (10/9/2013).
"Sebuah ledakan bom terjadi di sebuah kedai kopi di perbatasan dekat Provinsi Baquba, 65 km dari Ibu Kota Baghdad. Ledakan itu menewaskan lima orang dan melukai 13 orang lainnya," ungkap sebuah sumber dari kepolisian Irak kepada Xinhua.
Sumber dari kepolisian Irak melanjutkan, dalam sebuah insiden terpisah, tiga orang tewas dan lima lainnya terluka akibat ledakan bom di Baquba, sisi timur wilayah Bawiyah. Ledakan itu berasal dari ledakan bom yang ditanam di pinggir jalan di sebelah sebuah mobil.
Serangan bom terakhir terjadi di Desa al-Salam, 30 km dari sebelah timur wilayah Baquba. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, sementara sembilan orang lainya menderita luka-luka setelah sebuah bom meledak di dalam sebuah pasar di Desa al-Salam.
Irak menyaksikan letusan kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu meluncur kembali ke konflik sipil, yang mencapai puncaknya pada 2006 dan 2007, ketika jumlah korban tewas bulanan terkadang melebihi 3.000 jiwa.
"Sebuah ledakan bom terjadi di sebuah kedai kopi di perbatasan dekat Provinsi Baquba, 65 km dari Ibu Kota Baghdad. Ledakan itu menewaskan lima orang dan melukai 13 orang lainnya," ungkap sebuah sumber dari kepolisian Irak kepada Xinhua.
Sumber dari kepolisian Irak melanjutkan, dalam sebuah insiden terpisah, tiga orang tewas dan lima lainnya terluka akibat ledakan bom di Baquba, sisi timur wilayah Bawiyah. Ledakan itu berasal dari ledakan bom yang ditanam di pinggir jalan di sebelah sebuah mobil.
Serangan bom terakhir terjadi di Desa al-Salam, 30 km dari sebelah timur wilayah Baquba. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, sementara sembilan orang lainya menderita luka-luka setelah sebuah bom meledak di dalam sebuah pasar di Desa al-Salam.
Irak menyaksikan letusan kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu meluncur kembali ke konflik sipil, yang mencapai puncaknya pada 2006 dan 2007, ketika jumlah korban tewas bulanan terkadang melebihi 3.000 jiwa.
(esn)