Politisi Israel: Proposal Moskow untuk ulur waktu invasi ke Suriah
Selasa, 10 September 2013 - 16:22 WIB
Politisi Israel: Proposal Moskow untuk ulur waktu invasi ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Politisi senior Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan, dia skeptis terhadap proposal Rusia, yang berisi agar Suriah menyerahkan senjata kimia di bawah pengawasan internasional. Dia curiga, proposal itu hanya untuk mengulur waktu agar Suriah punya kesempatan menghadapi serangan militer asing.
Lieberman, anggota parlemen yang memimpin urusan luar negeri dan komite pertahanan Israel, kepada Radio Israel, pada Selasa (10/9/2013), mengatakan, bahwa Suriah dapat menggunakan proposal Moskow itu untuk mengulur waktu. ”Presiden Suriah Bashar al-Assad, memenangkan waktu dan (punya) banyak waktu untuk itu,” kata Lieberman, seperti dikutip ABC News.
Lieberman yang merupakan sekutu politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, Israel tidak memiliki rincian proposal Moskow itu, termasuk rincian penyerahan senjata yang tidak jelas.
Presiden Israel, Shimon Peres, memperingatkan, bahwa negosiasi penyerahan senjata akan sulit dilakukan. ”(Karena) Suriah tidak dapat dipercaya,” ucapnya.
Lieberman mengatakan, Suriah kemungkinan mengulur-ulur waktu, seperti halnya yang dilakukan Iran, ketika diminta terbuka soal pengayaan uranium untuk program nuklirnya.
Lieberman, anggota parlemen yang memimpin urusan luar negeri dan komite pertahanan Israel, kepada Radio Israel, pada Selasa (10/9/2013), mengatakan, bahwa Suriah dapat menggunakan proposal Moskow itu untuk mengulur waktu. ”Presiden Suriah Bashar al-Assad, memenangkan waktu dan (punya) banyak waktu untuk itu,” kata Lieberman, seperti dikutip ABC News.
Lieberman yang merupakan sekutu politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, Israel tidak memiliki rincian proposal Moskow itu, termasuk rincian penyerahan senjata yang tidak jelas.
Presiden Israel, Shimon Peres, memperingatkan, bahwa negosiasi penyerahan senjata akan sulit dilakukan. ”(Karena) Suriah tidak dapat dipercaya,” ucapnya.
Lieberman mengatakan, Suriah kemungkinan mengulur-ulur waktu, seperti halnya yang dilakukan Iran, ketika diminta terbuka soal pengayaan uranium untuk program nuklirnya.
(esn)