HRW: Pasukan Assad gunakan senjata kimia

Selasa, 10 September 2013 - 14:40 WIB
HRW: Pasukan Assad gunakan...
HRW: Pasukan Assad gunakan senjata kimia
A A A
Sindonews.com – Organisasi hak asasi manusia terkemuka di dunia, Human Rights Watch (HRW), merilis data yang berisi, bahwa pengguna senjata kimia pada 21 Agustus 2013 di Ghouta, dekat Damaskus, adalah pasukan rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Laporan HRW itu, menyusul laporan serupa yang telah dikeluarkan AS sebelumnya.

HRW mengeluarkan temuannya, setelah menganalisis laporan saksi dari serangan roket di Ghouta pada 21 Agustus 2013. Selain dari saksi, HRW juga menganalisis sumber dugaan serangan, puing-puing fisik dari senjata yang digunakan, dan gejala medis dari korban serangan.

”Roket puing dan gejala korban dari serangan 21 Agustus 2013, memberikan bukti tentang sistem senjata yang digunakan,” kata pimpinan HRW divisi darurat, Peter Bouckhaert, seperti dikutip Daily Star, Selasa (10/9/2013).

”Bukti ini sangat menunjukkan, bahwa pasukan Pemerintah Suriah meluncurkan roket yang membawa hulu ledak kimia ke pinggiran kota Damaskus pagi itu, yang mengerikan,” lanjut Bouckhaert. Kelompok itu menambahkan, jenis roket dan peluncur yang digunakan dalam serangan itu diketahui hanya dimiliki dan digunakan oleh Angkatan Bersenjata Suriah.

Amerika Serikat, sebelumnya menuduh, lebih dari 1.400 orang, termasuk 400 anak-anak di Suriah, menjadi korban serangan senjata kimia pasukan militer Suriah. Pihak Assad sendiri, berkali-kali membantah tuduhan itu. Dia menuding balik, bahwa senjata itu digunakan kelompok pemberontak, karena pasukannya juga menjad korban.

HRW melanjutkan, gas sarin kemungkinan besar yang digunakan dalam serangan senjata kimia. Kelompok itu menyebut, ada dua jenis roket yang telah digunakan. Pertama roket dengan ukuran hulu ledak 330 mm bermuatan bahan kimia cair. Roket kedua, dengan ukuran hulu ledak 140 mm bermuatan 2,2 kilogram gas sarin.

HRW menggambarkan serangan itu sebagai penggunaan senjata kimia terbesar pertama sejak pemerintah Irak menggunakannya untuk memerangi warga sipil Kurdi di Halabja 25 tahun yang lalu.

”Penggunaan senjata kimia semakin jelas dalam konflik Suriah. Perdebatan internasional harus fokus pada upaya untuk menghalangi penggunaan senjata tersebut secara lebih luas untuk melindungi warga sipil Suriah,” ujar Bouckhaert.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
16 menit yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
1 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
1 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
2 jam yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
2 jam yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved