Karzai kutuk serangan drone AS di Afghanistan
Senin, 09 September 2013 - 20:40 WIB
Karzai kutuk serangan drone AS di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengutuk serangan drone (pesawat tak berawak) yang dilancarkan pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) di Distrik Watapor, Provinsi Kunar, Afghanistan timur, Senin (9/9/2013).
"Menurut Gubenur Provinsi Kunar, Shujaul Mulk Jalala, sebuah kendaraan menjadi sasaran serangan udara dan menewaskan 16 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak." ungkap kantor kepresidenan Afghanistan.
"Serangan terhadap wanita dan anak-anak bertentangan dengan norma internasional dan pemerintah dengan keras mengutuk serangan tersebut," lanjut isi pernyataan kantor Karzai.
Seperti diketahui, kepala Kepolisian Provinsi Kunar, Sayed Habibullah Khili, mengatakan, serangan drone terhadap militan Taliban di Distrik Watapor pada Sabtu malam menewaskan 16 orang. Mereka adalah 10 orang warga sipil dan enam anggota Taliban, serta tiga pejuang Arab, empat orang di antara mereka adalah perempuan.
Sementara itu, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO (ISAF) dalam sebuah pernyataan membantah laporan jumlah korban tersebut. "Serangan itu menewaskan 10 militan," ungkap NATO dalam rilisnya.
"Kami sadar akan adanya tuduhan laporan tewasnya warga sipil di Distrik Watapor, Provinsi Kunar. Kami akan menangapi laporan jumlah korban tewas dengan serius. Kami akan mengkonfirmasi hal tersebut kepada pasukan koalisi yang melancarkan serangan di Distrik Watapor yang menewaskan 10 orang pasukan musuh," kata isi pernyataan ISAF.
"Sejauh ini kami tidak memiliki laporan warga sipil yang tewas akibat serangan tersebut. Kami akan melanjutkan peninjauan atas insiden tersebut dan akan memberikan update yang sesuai," lanjut isi pernyataan tersebut.
"Menurut Gubenur Provinsi Kunar, Shujaul Mulk Jalala, sebuah kendaraan menjadi sasaran serangan udara dan menewaskan 16 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak." ungkap kantor kepresidenan Afghanistan.
"Serangan terhadap wanita dan anak-anak bertentangan dengan norma internasional dan pemerintah dengan keras mengutuk serangan tersebut," lanjut isi pernyataan kantor Karzai.
Seperti diketahui, kepala Kepolisian Provinsi Kunar, Sayed Habibullah Khili, mengatakan, serangan drone terhadap militan Taliban di Distrik Watapor pada Sabtu malam menewaskan 16 orang. Mereka adalah 10 orang warga sipil dan enam anggota Taliban, serta tiga pejuang Arab, empat orang di antara mereka adalah perempuan.
Sementara itu, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO (ISAF) dalam sebuah pernyataan membantah laporan jumlah korban tersebut. "Serangan itu menewaskan 10 militan," ungkap NATO dalam rilisnya.
"Kami sadar akan adanya tuduhan laporan tewasnya warga sipil di Distrik Watapor, Provinsi Kunar. Kami akan menangapi laporan jumlah korban tewas dengan serius. Kami akan mengkonfirmasi hal tersebut kepada pasukan koalisi yang melancarkan serangan di Distrik Watapor yang menewaskan 10 orang pasukan musuh," kata isi pernyataan ISAF.
"Sejauh ini kami tidak memiliki laporan warga sipil yang tewas akibat serangan tersebut. Kami akan melanjutkan peninjauan atas insiden tersebut dan akan memberikan update yang sesuai," lanjut isi pernyataan tersebut.
(esn)