Diculik al-Qaeda, diplomat minta bantuan Pemerintah Saudi
Senin, 09 September 2013 - 18:16 WIB
Diculik al-Qaeda, diplomat minta bantuan Pemerintah Saudi
A
A
A
Sindonews.com - Seorang diplomat Arab Saudi yang diculik al-Qaeda di Yaman, sejak 18 bulan lalu, mendesak keluarganya untuk berdemonstrasi meminta Pemerintah Arab Saudi membebaskannya.
Diplomat Arab Saudi bernama Abdullah al-Khalidi, yang disandera al-Qaeda di Yaman itu, bahkan membuat rekaman video yang memohon agar keluarganya mengatur pertemuan dengan Pangeran Arab Saudi dan pejabat Arab Saudi lain. Tujuannya, agar pemerintah Arab Saudi memenuhi tuntutan al-Qaeda, agar dia bisa bebas.
Khalidi disandera al-Qaeda, sejak kelompok itu menyerang kantor konsulat Arab Saudi di dekat pelabuhan Aden, Yaman selatan, pada Maret 2012. Khalidi yang berjubah putih dalam rekaman video itu, memohon agar keluarganya turun ke jalan dan minta pemerintah membantu pembebasannya.
Namun, permintaan diplomat itu sulit terpenuhi. Pasalnya, semua protes publik di Arab Saudi adalah ilegal. ”Menekan pemerintah melalui demonstrasi jalanan adalah kebijakan terkenal di seluruh dunia dan jika kita melihat tetangga negara kita, cara itu telah membuahkan hasil,” kata Khalidi dalam rekaman video itu, seperti dikutip Reuters, Senin (9/9/2013).
”Pergilah dalam demonstrasi dan aksi duduk di Dammam atau Khobar, atau tempat yang memungkinan untuk bisa menyampaikan pesan kepada pemerintah,” lanjut dia.
Namun, keaslian rekaman video itu tidak dapat diverifikasi. Bahkan, catatan waktu rekaman itu juga tidak jelas. Dalam rekaman video itu, dia juga menyampaikan salam kepada keluarganya.
Yaman sendiri dianggap sebagai sarang al-Qaeda, di mana negara itu menjadi rumah pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden. Negara itu, mengalami kekacauan politik lebih dari dua tahun, yang membuat negara itu dililit masalah ekonomi.
Diplomat Arab Saudi bernama Abdullah al-Khalidi, yang disandera al-Qaeda di Yaman itu, bahkan membuat rekaman video yang memohon agar keluarganya mengatur pertemuan dengan Pangeran Arab Saudi dan pejabat Arab Saudi lain. Tujuannya, agar pemerintah Arab Saudi memenuhi tuntutan al-Qaeda, agar dia bisa bebas.
Khalidi disandera al-Qaeda, sejak kelompok itu menyerang kantor konsulat Arab Saudi di dekat pelabuhan Aden, Yaman selatan, pada Maret 2012. Khalidi yang berjubah putih dalam rekaman video itu, memohon agar keluarganya turun ke jalan dan minta pemerintah membantu pembebasannya.
Namun, permintaan diplomat itu sulit terpenuhi. Pasalnya, semua protes publik di Arab Saudi adalah ilegal. ”Menekan pemerintah melalui demonstrasi jalanan adalah kebijakan terkenal di seluruh dunia dan jika kita melihat tetangga negara kita, cara itu telah membuahkan hasil,” kata Khalidi dalam rekaman video itu, seperti dikutip Reuters, Senin (9/9/2013).
”Pergilah dalam demonstrasi dan aksi duduk di Dammam atau Khobar, atau tempat yang memungkinan untuk bisa menyampaikan pesan kepada pemerintah,” lanjut dia.
Namun, keaslian rekaman video itu tidak dapat diverifikasi. Bahkan, catatan waktu rekaman itu juga tidak jelas. Dalam rekaman video itu, dia juga menyampaikan salam kepada keluarganya.
Yaman sendiri dianggap sebagai sarang al-Qaeda, di mana negara itu menjadi rumah pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden. Negara itu, mengalami kekacauan politik lebih dari dua tahun, yang membuat negara itu dililit masalah ekonomi.
(esn)