Jelang putusan perang, Obama & Assad adu opini

Senin, 09 September 2013 - 09:09 WIB
Jelang putusan perang,...
Jelang putusan perang, Obama & Assad adu opini
A A A
Sindonews.com – Keputusan Kongres AS untuk mendukung atawa menolak rencana invasi militer terhadap Suriah, bakal diputuskan Senin (9/9/2013). Presiden AS, Barack Obama dan Presiden Bashar al- Assad melancarkan opini masing-masing di media AS.

Di Damaskus, CBS mewawancari Presiden Assad, kemarin (8/9/2013). Hasilnya, Assad mengatakan kepada seluruh dunia, bahwa dia bukan dalang di balik serangan senjata kimia terhadap rakyatnya. Bahkan, kata Assad, bukti yang ada tidak menunjukkan serangan secara konklusif.

”Belum ada bukti, bahwa saya menggunakan senjata kimia terhadap orang-orang saya sendiri,” ujar Assad, kepada CBS. Assad gencar menyampaikan opini versi pemerintahannya kepada seluruh dunia, dengan menujukkan apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.

Sedangkan Obama, berencana mengeluarkan opini tandingan dalam wawancara yang akan dilakukan bersama enam stasiun televisi jaringan di AS, hari ini. Serangan opini Obama, juga sebagai strategi untuk mempengaruhi keputusan Kongres AS yang dia harapkan mendukung kebijakannya untuk menggempur Suriah.

Obama dijadwalkan rapat di Gedung Putih, pemungutan suara Kongres AS. Pihak Gedung Putih sendiri, yakin Kongres akan mendukung kebijakan Obama.

Berbicara di London, Menteri Luar Negeri AS John Kerry, langsung menolak opini Assad, terkait bantahannya, bahwa tidak ada bukti yang menyatakan pasukannya menggunakan senjata kimia. ”Bukti berbicara untuk itu sendiri,” kata Kerry.

Rencana AS menggempur Suriah, sebagai reaksi atas peristiwa pada 21 Agustus 2013. Di mana Washington menuduh, pasukan Assad menggunakan senjata kimia yang menewaskan 1.400 warga Suriah, termasuk di antaranya ratusan anak.

Tuduhan itu, sudah berulang kali dibantah kubu Assad. Menurut Assad, tuduhan itu janggal, karena tidak masuk akal jika pasukannya menggunakan senjata kimia, tapi sejumlah pasukannya ikut menjadi korban serangan itu. Assad pun menegaskan, pelaku serangan senjata kimia sebenarnya adalah kubu pemberontak.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
5 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
7 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
7 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
8 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
9 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved