Campur tangan Erdogan di Suriah disebut sebagai sebuah kesalahan
Minggu, 08 September 2013 - 20:51 WIB
Campur tangan Erdogan di Suriah disebut sebagai sebuah kesalahan
A
A
A
Sindonews.com - Abdullatif Sener, mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Turki sekaligus teman dekat PM Recep Tayyip Erdogan mengkritik Pemerintah Turki atas pengadaan senjata berat kepada kelompok teroris yang terorganisir di Suriah, termasuk pemberontak Front al-Nusra Front, Minggu (8/9/2013).
"Pemerintah Erdogan telah mengirimkan senjata berat terhadap kelompok teroris, Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Suriah dalam jumlah besar konflik. Hal ini dilakukan meskipun AS telah memasukan al-Nusra ke dalam daftar kelompok teroris," ungkap Sener kepada FNA di Ankara.
Sener lantas meperingatkan Pemerintah Turki. "Langkah ini sangat berbahaya," ungkap Saner. Ia lantas menggambarkan campur tangan Pemerintah Turki dalam urusan internal negara tetangganya sebagai sebuah kesalahan.
"Menghidupkan sebuah kawasan menjadi kawasan perdagangan senjata selundupan dan mendukung perdangan ini adalah kebijakan yang salah dari kebijakan pemerintah Erdogan," ungkap Saner.
Sebelumnya, Ankara dilaporkan telah mengirimkan 400 ton senjata yang dipasok oleh beberapa negara Teluk Persia untuk militan di Suriah. Senjata itu merupakan bentuk dukungan kepada militan Suriah yang berjuang melawan Tentara Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Pengiriman ini disebut bantuan senjata terbesar bagi pemberontak Suriah sejak kerusuhan pecah pada Maret 2011 lalu.
"Dua puluh trailer menyeberang dari Turki dan mendistribusikan senjata ke sejumlah depot senjata brigade di Utara," ungkap Mohammad Salam, seorang agen pemberontak yang menyaksikan datangnya senjata dari lokasi yang dirahasiakan di Hatay.
"Pemerintah Erdogan telah mengirimkan senjata berat terhadap kelompok teroris, Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Suriah dalam jumlah besar konflik. Hal ini dilakukan meskipun AS telah memasukan al-Nusra ke dalam daftar kelompok teroris," ungkap Sener kepada FNA di Ankara.
Sener lantas meperingatkan Pemerintah Turki. "Langkah ini sangat berbahaya," ungkap Saner. Ia lantas menggambarkan campur tangan Pemerintah Turki dalam urusan internal negara tetangganya sebagai sebuah kesalahan.
"Menghidupkan sebuah kawasan menjadi kawasan perdagangan senjata selundupan dan mendukung perdangan ini adalah kebijakan yang salah dari kebijakan pemerintah Erdogan," ungkap Saner.
Sebelumnya, Ankara dilaporkan telah mengirimkan 400 ton senjata yang dipasok oleh beberapa negara Teluk Persia untuk militan di Suriah. Senjata itu merupakan bentuk dukungan kepada militan Suriah yang berjuang melawan Tentara Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Pengiriman ini disebut bantuan senjata terbesar bagi pemberontak Suriah sejak kerusuhan pecah pada Maret 2011 lalu.
"Dua puluh trailer menyeberang dari Turki dan mendistribusikan senjata ke sejumlah depot senjata brigade di Utara," ungkap Mohammad Salam, seorang agen pemberontak yang menyaksikan datangnya senjata dari lokasi yang dirahasiakan di Hatay.
(esn)