Militan al-Nusra klaim habisi gubernur di Suriah
Sabtu, 07 September 2013 - 15:30 WIB
Militan al-Nusra klaim habisi gubernur di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok militan Islam, al-Nusra, mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Gubernur Provinsi Hama, Suriah pada bulan lalu. Klaim itu terungkap dari pantauan situs intelijen SITE yang berbasis di AS.
Kelompok al-Nusra, adalah sebuah kelompok militan Muslim Sunni yang terkait dengan al-Qaeda, yang selama ini menjadi kelompok paling vokal dalam beperang untuk menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Televisi Pemerintah Suriah pada bulan lalu melaporkan, bahwa ”teroris” telah membunuh Anas Abdul Razak, Gubernur Hama, dengan bom mobil.
Usai disiarkan di televisi, tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Tapi dugaan pelaku mengarah kuat kepada al-Nusra.
SITE melaporkan kelompok militan yang pada bulan April 2013 bersumpah setia kepada al-Qaeda pimpinan Ayman al-Zawahri, mengatakan, bahwa mereka telah memantau gerak-gerik Abdul Razak sebelum melakukan serangan.
Kelompok, yang sudah masuk daftar teroris oleh Amerika Serikat, dalam pantauan SITE, terungkap, jika mereka menyusun sebuah bom mobil di pinggir jalan yang meledak saat konvoi rombongan Abdul Razak lewat. Gubernur Hama itu tewas dalam serangan bom mobil 25 Agustus 2013 lalu.
”Setelah itu, salah satu kepala dari rezim pidana, Gubernur Anas (Abdul Razak) Na'em, akan jatuh bersama dengan beberapa dari rekan-rekannya, dan segala puji dan syukur adalah karena Allah,” bunyi rekaman al-Nusra yang terpantau SITE, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/9/2013).
Alasan pembunuhan terhadap Abdul Razak, menurut kelompok militan itu, karena dia telah berpartisipasi dalam kebijakan Assad untuk melakukan “kejahatan” terhadap Muslim Sunni di Suriah.
Pemimpin al-Nusra, Abu Mohammad al-Golani, pada bulan lalu, mengatakan, dia akan melakukan serangan terhadap komunitas Alawit--kelompok minoritas pro-Assad--, dengan roket sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia di dekat Damaskus.
Kelompok al-Nusra, adalah sebuah kelompok militan Muslim Sunni yang terkait dengan al-Qaeda, yang selama ini menjadi kelompok paling vokal dalam beperang untuk menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Televisi Pemerintah Suriah pada bulan lalu melaporkan, bahwa ”teroris” telah membunuh Anas Abdul Razak, Gubernur Hama, dengan bom mobil.
Usai disiarkan di televisi, tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Tapi dugaan pelaku mengarah kuat kepada al-Nusra.
SITE melaporkan kelompok militan yang pada bulan April 2013 bersumpah setia kepada al-Qaeda pimpinan Ayman al-Zawahri, mengatakan, bahwa mereka telah memantau gerak-gerik Abdul Razak sebelum melakukan serangan.
Kelompok, yang sudah masuk daftar teroris oleh Amerika Serikat, dalam pantauan SITE, terungkap, jika mereka menyusun sebuah bom mobil di pinggir jalan yang meledak saat konvoi rombongan Abdul Razak lewat. Gubernur Hama itu tewas dalam serangan bom mobil 25 Agustus 2013 lalu.
”Setelah itu, salah satu kepala dari rezim pidana, Gubernur Anas (Abdul Razak) Na'em, akan jatuh bersama dengan beberapa dari rekan-rekannya, dan segala puji dan syukur adalah karena Allah,” bunyi rekaman al-Nusra yang terpantau SITE, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/9/2013).
Alasan pembunuhan terhadap Abdul Razak, menurut kelompok militan itu, karena dia telah berpartisipasi dalam kebijakan Assad untuk melakukan “kejahatan” terhadap Muslim Sunni di Suriah.
Pemimpin al-Nusra, Abu Mohammad al-Golani, pada bulan lalu, mengatakan, dia akan melakukan serangan terhadap komunitas Alawit--kelompok minoritas pro-Assad--, dengan roket sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia di dekat Damaskus.
(esn)