Militan Palestina tegaskan netralitas untuk isu Mesir & Suriah
Sabtu, 07 September 2013 - 02:12 WIB
Militan Palestina tegaskan netralitas untuk isu Mesir & Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Beberapa kelompok bersenjata Palestina, termasuk Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza, pada Jumat (6/9/2013), menekankan netralitas mereka pada urusan internal negara-negara Arab, terutama masalah di Mesir dan Suriah.
Seorang juru bicara bertopeng dari sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam, mengatakan pada konferensi pers di Gaza utara, bahwa militan Palestina tidak berniat untuk campur tangan dalam urusan internal negara-negara Arab.
"Atas nama seluruh kelompok sayap bersenjata, dengan jelas dan terus terang kami menyatakan, bahwa kami tidak campur tangan dalam urusan negara-negara Arab dan kami tidak terlibat dalam apa yang terjadi di sana," kata Juru Bicara itu, seperti dikutip dari Xinhua.
Sebelum mengeluarkan pernyataan ini, Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Jihad Islam, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), dan kelompok-kelompok kecil lainnya menggelar parade militer di bagian utara Jalur Gaza.
"Kami merasa kasihan atas setiap tetes darah yang hilang di negara Arab dan kami mengutuk intervensi dalam urusan negara Arab atau asing. Ini adalah kebijakan kami dan itu tidak akan berubah," lanjut juru bicara itu.
Sementara itu, ia memperingatkan Israel terhadap setiap pelanggaran dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir pada November lalu, menyusul konflik delapan hari yang menewaskan lebih dari 170 orang.
Juru bicara itu juga menyatakan sikap kelompok militan untuk dimulainya kembali pembicaraan damai langsung antara Israel dan Palestina. Ia menekankan, bahwa kaum militan tidak mengizinkan siapa pun untuk berbicara atas nama mereka.
Seorang juru bicara bertopeng dari sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam, mengatakan pada konferensi pers di Gaza utara, bahwa militan Palestina tidak berniat untuk campur tangan dalam urusan internal negara-negara Arab.
"Atas nama seluruh kelompok sayap bersenjata, dengan jelas dan terus terang kami menyatakan, bahwa kami tidak campur tangan dalam urusan negara-negara Arab dan kami tidak terlibat dalam apa yang terjadi di sana," kata Juru Bicara itu, seperti dikutip dari Xinhua.
Sebelum mengeluarkan pernyataan ini, Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Jihad Islam, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), dan kelompok-kelompok kecil lainnya menggelar parade militer di bagian utara Jalur Gaza.
"Kami merasa kasihan atas setiap tetes darah yang hilang di negara Arab dan kami mengutuk intervensi dalam urusan negara Arab atau asing. Ini adalah kebijakan kami dan itu tidak akan berubah," lanjut juru bicara itu.
Sementara itu, ia memperingatkan Israel terhadap setiap pelanggaran dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir pada November lalu, menyusul konflik delapan hari yang menewaskan lebih dari 170 orang.
Juru bicara itu juga menyatakan sikap kelompok militan untuk dimulainya kembali pembicaraan damai langsung antara Israel dan Palestina. Ia menekankan, bahwa kaum militan tidak mengizinkan siapa pun untuk berbicara atas nama mereka.
(esn)