PNA tampik tudingan Hamas soal rencana kekacauan di Gaza
Sabtu, 07 September 2013 - 01:59 WIB
PNA tampik tudingan Hamas soal rencana kekacauan di Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) pada Jumat (6/9/2013), menampik tuduhan tak berdasar Hamas, bahwa PNA terlibat dalam upaya untuk menimbulkan kekacauan di Jalur Gaza, wilayah yang dikendalikan oleh Hamas.
Adnan Damiri, Juru Bicara aparat keamanan Palestina di Tepi Barat mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, bahwa tuduhan Hamas adalah "palsu dan dibuat-buat". "Tuduhan itu tak berdasar. Kami tidak pernah merencanakan untuk menyalakan kekacauan atau kerusuhan di Gaza,” tegas Damiri, seperti dikutip dari Xinhua.
Menurutnya, PNA justru menginginkan kondisi stabil di wilayah Jalur Gaza, sama seperti mereka menginginkan kestabilan di Tepi Barat, daerah kekuasan Fatah. “Kami telah menyerukan untuk mengakhiri perpecahan yang telah berlangsung lebih dari enam tahun," kata Damiri. Hingga kini, meski telah menyatakan niat untuk rekonsiliasi, namun Fatah dan Hamas belum benar-benar melaksanakan hal itu.
Sebelumnya, Pasukan keamanan Hamas mengaku telah menangkap sekelompok orang Palestina yang diduga berencana untuk memicu kerusuhan dan ketidakstabilan di Jalur Gaza. Demikian dilaporkan Xinhua, Jumat (6/9/2013).
Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya, kelompok itu mengaku, kalau mereka telah bekerja sama dengan badan intelijen Israel, Otoritas Nasional Palestina, dan beberapa negara Arab untuk menghasut kerusuhan di Jalur Gaza.
"Para tersangka yang ditangkap mengaku, bahwa mereka melakukan perjalanan ke Tepi Barat dan negara-negara Arab, di mana salah satu anggota kelompok itu ditangkap oleh pasukan keamanan kami dan ia mengaku bahwa kelompok ini berencana membuat kerusuhan di Gaza," kata pernyataan itu.
Adnan Damiri, Juru Bicara aparat keamanan Palestina di Tepi Barat mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, bahwa tuduhan Hamas adalah "palsu dan dibuat-buat". "Tuduhan itu tak berdasar. Kami tidak pernah merencanakan untuk menyalakan kekacauan atau kerusuhan di Gaza,” tegas Damiri, seperti dikutip dari Xinhua.
Menurutnya, PNA justru menginginkan kondisi stabil di wilayah Jalur Gaza, sama seperti mereka menginginkan kestabilan di Tepi Barat, daerah kekuasan Fatah. “Kami telah menyerukan untuk mengakhiri perpecahan yang telah berlangsung lebih dari enam tahun," kata Damiri. Hingga kini, meski telah menyatakan niat untuk rekonsiliasi, namun Fatah dan Hamas belum benar-benar melaksanakan hal itu.
Sebelumnya, Pasukan keamanan Hamas mengaku telah menangkap sekelompok orang Palestina yang diduga berencana untuk memicu kerusuhan dan ketidakstabilan di Jalur Gaza. Demikian dilaporkan Xinhua, Jumat (6/9/2013).
Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya, kelompok itu mengaku, kalau mereka telah bekerja sama dengan badan intelijen Israel, Otoritas Nasional Palestina, dan beberapa negara Arab untuk menghasut kerusuhan di Jalur Gaza.
"Para tersangka yang ditangkap mengaku, bahwa mereka melakukan perjalanan ke Tepi Barat dan negara-negara Arab, di mana salah satu anggota kelompok itu ditangkap oleh pasukan keamanan kami dan ia mengaku bahwa kelompok ini berencana membuat kerusuhan di Gaza," kata pernyataan itu.
(esn)