Sekjen PBB sebut agresi AS ke Suriah bisa bikin kekacauan
Rabu, 04 September 2013 - 09:22 WIB
Sekjen PBB sebut agresi AS ke Suriah bisa bikin kekacauan
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengatakan, PBB hanya mengizinkan aksi militer untuk kepentingan membela diri. Itu pun harus dengan persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Pernyataan Ki-moon tersebut, seperti dikutip al-Jazeera, Rabu (4/9/2013), sebagai reaksi semakin meruncingnya rencana agresi militer AS terhadap Suriah, setelah Senat AS menyetujui kebijakan perang Obama terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. Sekjen PBB, mengatakan, respon militer AS bisa menciptakan lebih banyak kekacauan.
Tapi, lanjut dia, jika senjata kimia benar-benar telah digunakan di Suriah, maka Dewan Keamanan harus bersatu dan mengambil tindakan terhadap apa yang akan menjadi ”kejahatan perang yang keterlaluan".
Seperti diketahui, pemimpin Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, telah mencapai kesepakatan mendukung kebijakan Presiden Barack Obama untuk menyerang Suriah. Rancangan yang disetujui senat, AS diizinkan menggempur Suriah dalam tempo 60 hari, dan kemungkinan dapat perpanjangan waktu 30 hari.
Keputusan senat itu, akan disampaikan dalam pemungutan suara Kongres atau Parlemen AS pada 9 September 2013.
Ketua DPR dari Partai Republik AS, John Boehner, mengatakan, bahwa ia akan mendukung mosi presiden untuk melakukan serangan terhadap rezim Bashar al-Assad atas dugaan penggunaan senjata kimia. Boehner menyerukan rekan-rekan dari partainya untuk mendukung agresi militer AS itu.
”Kami memiliki musuh di seluruh dunia yang perlu memahami bahwa kami tidak akan mentolerir jenis perilaku (penggunaan senjata kimia),” kata Boehner.
Senator AS, Robert Menendez dan Bob Corker, juga mendukung kebijakan perang Obama itu. Namun, resolusi yang diberikan, AS dilarang menggunakan Angkatan Bersenjata AS di tanah Suriah.
”Bersama-sama kita telah mengejar suatu tindakan yang memberikan otoritas pada presiden, bahwa ia harus mengerahkan kekuatan dalam menanggapi tindak pidana rezim Assad dalam penggunaan senjata kimia terhadap rakyat Suriah,” kata Menendez, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
Pernyataan Ki-moon tersebut, seperti dikutip al-Jazeera, Rabu (4/9/2013), sebagai reaksi semakin meruncingnya rencana agresi militer AS terhadap Suriah, setelah Senat AS menyetujui kebijakan perang Obama terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. Sekjen PBB, mengatakan, respon militer AS bisa menciptakan lebih banyak kekacauan.
Tapi, lanjut dia, jika senjata kimia benar-benar telah digunakan di Suriah, maka Dewan Keamanan harus bersatu dan mengambil tindakan terhadap apa yang akan menjadi ”kejahatan perang yang keterlaluan".
Seperti diketahui, pemimpin Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, telah mencapai kesepakatan mendukung kebijakan Presiden Barack Obama untuk menyerang Suriah. Rancangan yang disetujui senat, AS diizinkan menggempur Suriah dalam tempo 60 hari, dan kemungkinan dapat perpanjangan waktu 30 hari.
Keputusan senat itu, akan disampaikan dalam pemungutan suara Kongres atau Parlemen AS pada 9 September 2013.
Ketua DPR dari Partai Republik AS, John Boehner, mengatakan, bahwa ia akan mendukung mosi presiden untuk melakukan serangan terhadap rezim Bashar al-Assad atas dugaan penggunaan senjata kimia. Boehner menyerukan rekan-rekan dari partainya untuk mendukung agresi militer AS itu.
”Kami memiliki musuh di seluruh dunia yang perlu memahami bahwa kami tidak akan mentolerir jenis perilaku (penggunaan senjata kimia),” kata Boehner.
Senator AS, Robert Menendez dan Bob Corker, juga mendukung kebijakan perang Obama itu. Namun, resolusi yang diberikan, AS dilarang menggunakan Angkatan Bersenjata AS di tanah Suriah.
”Bersama-sama kita telah mengejar suatu tindakan yang memberikan otoritas pada presiden, bahwa ia harus mengerahkan kekuatan dalam menanggapi tindak pidana rezim Assad dalam penggunaan senjata kimia terhadap rakyat Suriah,” kata Menendez, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
(esn)