Pasukan Mesir hancurkan 20 rumah di dekat Gaza
Selasa, 03 September 2013 - 18:10 WIB
Pasukan Mesir hancurkan 20 rumah di dekat Gaza
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Mesir telah menghancurkan sekitar 20 rumah di sepanjang perbatasan dengan Gaza. Tindakan itu, sebagai kampanye melawan kelompok militan di Semenanjung Sinai yang berbasatan dengan Gaza.
Militer Mesir terus memberangus kelompok militan, setelah melengserkan Presiden Mohamed Morsi serta beberapa petinggi kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir. Militer Mesir juga mencurigai kelompok militan Gaza, Palestina, juga ikut mendukung kelompok militan yang dianggap membuat kekacauan di Mesir.
Sejumlah warga di perbatasan Mesir dan Gaza mengatakan, pasukan militer menghancurkan beberapa rumah, karena curiga menjadi sarang untuk menutupi akivitas kelompok militan. Sebelumnya militer Mesir juga menutup terowongan di dekat Gaza yang dicurigai sebagai jalur perlintasan para militan.
”Tentara Mesir memerintahkan orang untuk mengevakuasi warga dari rumah mereka dan kemudian mereka memerintahkan warga untuk mencari tempat tinggal ke saudara, atau teman,” kata salah satu warga di perbatasan Mesir dan Gaza, yang meminta Reuters, tidak menuliskan identitasnya.
Militer Mesir juga berencana membangun jalur penyangga untuk mendeteksi gerak para militan. Namun, rencana itu ditentang kelompok Hamas, Palestina. ”Kami menolak setiap konsep pembangunan zona penyangga. Tidak boleh membangun zona penyangga antar-saudara dan antar-negara,” kata Ehab al-Ghsain , juru bicara Hamas di Gaza, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/9/2013).
Pihak Hamas, mengatakan Pemerintah Mesir terus membatasi gerak 250 warga Palestina yang ingin menyeberang dari Gaza ke Mesir. Padahal, sekitar 1.200 orang per hari leluasa melewati Rafah menuju Mesir sebelum Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi presiden pada Juli 2013 lalu.
”Gaza tidak akan pernah menjadi bahaya bagi Mesir. Pertempuran dan perjuangan (kami) akan selalu tetap melawan pendudukan Israel di pertahanan Palestina dan menunjung martabat bangsa Arab dan Muslim,” bunyi pernyataan kelompok Hamas.
Militer Mesir terus memberangus kelompok militan, setelah melengserkan Presiden Mohamed Morsi serta beberapa petinggi kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir. Militer Mesir juga mencurigai kelompok militan Gaza, Palestina, juga ikut mendukung kelompok militan yang dianggap membuat kekacauan di Mesir.
Sejumlah warga di perbatasan Mesir dan Gaza mengatakan, pasukan militer menghancurkan beberapa rumah, karena curiga menjadi sarang untuk menutupi akivitas kelompok militan. Sebelumnya militer Mesir juga menutup terowongan di dekat Gaza yang dicurigai sebagai jalur perlintasan para militan.
”Tentara Mesir memerintahkan orang untuk mengevakuasi warga dari rumah mereka dan kemudian mereka memerintahkan warga untuk mencari tempat tinggal ke saudara, atau teman,” kata salah satu warga di perbatasan Mesir dan Gaza, yang meminta Reuters, tidak menuliskan identitasnya.
Militer Mesir juga berencana membangun jalur penyangga untuk mendeteksi gerak para militan. Namun, rencana itu ditentang kelompok Hamas, Palestina. ”Kami menolak setiap konsep pembangunan zona penyangga. Tidak boleh membangun zona penyangga antar-saudara dan antar-negara,” kata Ehab al-Ghsain , juru bicara Hamas di Gaza, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/9/2013).
Pihak Hamas, mengatakan Pemerintah Mesir terus membatasi gerak 250 warga Palestina yang ingin menyeberang dari Gaza ke Mesir. Padahal, sekitar 1.200 orang per hari leluasa melewati Rafah menuju Mesir sebelum Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi presiden pada Juli 2013 lalu.
”Gaza tidak akan pernah menjadi bahaya bagi Mesir. Pertempuran dan perjuangan (kami) akan selalu tetap melawan pendudukan Israel di pertahanan Palestina dan menunjung martabat bangsa Arab dan Muslim,” bunyi pernyataan kelompok Hamas.
(esn)