Dalam 6 bulan, 1.792 polisi Afghanistan tewas
Selasa, 03 September 2013 - 17:14 WIB
Dalam 6 bulan, 1.792 polisi Afghanistan tewas
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengungkapkan, bahwa jumlah aparat kepolisian yang tewas sepanjang bulan Maret hingga Agustus 2013 meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2012 lalu. Hal ini karena kurangnya peralatan dan pengalaman di garis depan.
"Selama enam bulan, sejak Maret-Agustus 2013, sebanyak 1.792 aparat kepolisian telah tewas, sementara 2.700 orang lainnya terluka saat menjalani tugas," ungkap Menteri Dalam Negeri Afghanistan yang baru, Umer Daudzai, seperti dilansir Reuters, Senin (3/9/2013).
Daudzai mengatakan, jumlah aparat kepolisian yang tewas sepanjang periode tersebut sama dengan jumlah aparat kepolisian yang tewas selama dua periode serbelumnya. Dia mengungkapkan, penyebab tewasnya sebagian besar aparat kepolisian Afghanistan karena ledakan bom rakitan yang ditanam di pinggir jalan.
"Sayang sekali aparat kepolisian Afghanistan tidak memiliki perlengkapan yang sama, seperti yang dimiliki oleh pasukan Amerika Serikat. Itulah sebabnya mengapa banyak dari mereka tewas dalam perjuangan melawan Taliban," terang Daudzai.
Komandan tinggi AS dan NATO di Afghanistan dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada awal pekan ini, mengaku prihatin dengan banyaknya jumlah aparat kepolisian Afghanitan yang tewas. Dalam sepekan lalu, tercatat lebih dari 100 aparat kepolisian Afghanistan dilaporkan tewas. "Menurut saya itu angka yang sangat serius," ungkap Jenderal Joseph Dunford.
Masih kerap terjadinya aksi kekerasan membuat sejumlah pihak khawatir tentang kondisi keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Banyak pihak yang ragu, polisi dan tentara Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan.
"Selama enam bulan, sejak Maret-Agustus 2013, sebanyak 1.792 aparat kepolisian telah tewas, sementara 2.700 orang lainnya terluka saat menjalani tugas," ungkap Menteri Dalam Negeri Afghanistan yang baru, Umer Daudzai, seperti dilansir Reuters, Senin (3/9/2013).
Daudzai mengatakan, jumlah aparat kepolisian yang tewas sepanjang periode tersebut sama dengan jumlah aparat kepolisian yang tewas selama dua periode serbelumnya. Dia mengungkapkan, penyebab tewasnya sebagian besar aparat kepolisian Afghanistan karena ledakan bom rakitan yang ditanam di pinggir jalan.
"Sayang sekali aparat kepolisian Afghanistan tidak memiliki perlengkapan yang sama, seperti yang dimiliki oleh pasukan Amerika Serikat. Itulah sebabnya mengapa banyak dari mereka tewas dalam perjuangan melawan Taliban," terang Daudzai.
Komandan tinggi AS dan NATO di Afghanistan dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada awal pekan ini, mengaku prihatin dengan banyaknya jumlah aparat kepolisian Afghanitan yang tewas. Dalam sepekan lalu, tercatat lebih dari 100 aparat kepolisian Afghanistan dilaporkan tewas. "Menurut saya itu angka yang sangat serius," ungkap Jenderal Joseph Dunford.
Masih kerap terjadinya aksi kekerasan membuat sejumlah pihak khawatir tentang kondisi keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Banyak pihak yang ragu, polisi dan tentara Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan.
(esn)