Parlemen takut invasi ke Suriah jadi bencana bagi AS
Selasa, 03 September 2013 - 09:32 WIB
Parlemen takut invasi ke Suriah jadi bencana bagi AS
A
A
A
Sindonews.com - Presiden AS Barack Obama melobi Kongres AS untuk mendukung rencananya menyerang Suriah. Tapi, lobi Obama ditanggapi kecemasan dari anggota parlemen, bahwa invasi militer ke negara itu bisa menjadi bencana bagi AS.
Para anggota parlemen dari Partai Demokrat AS takut, negaranya akan terseret dalam konflik baru di Timur Tengah. ”Ada banyak skeptisisme ,” kata Jim Moran, anggota parlemen dari Partai Demokrat AS, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/9/2013).
Meski ada suara skeptis, Obama yakin dua senator terkemuka dari Partai Republik AS, John McCain dan Lindsey Graham, akan mendukung Gedung Putih untuk melancarkan agresi militer ke Suriah.
Namun, McCain yang belum memberikan suara dukungannya, berpendapat, jika agresi militer AS terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad gagal, justru bisa menjadi bumerang bagi AS. ”Kegagalan serangan terhadap pasukan Presiden Bashar al-Assad akan jadi bencana,” katanya.
”Jika Kongres menolak resolusi seperti ini, setelah Presiden AS berkomitmen untuk bertindak, konsekuensi itu akan menjadi bencana,” imbuh McCain .
Di saat Obama menghadapi rintangan internal untuk menyerang Suriah, sekutunya, yakni Perancis, mengklaim memiliki bukti serangan senjata kimia secara besar-besaran pada 21 Agustus 2013 di dekat Damaskus. Pemerintah Perancis membeberkan data intelijen sebanyak sembilan halaman yang menyebut rezim Assad di balik serangan senjata kimia.
Pada Selasa (3/9/2013), Kepala Pelucutan Senjata PBB, Angela Kane, yang baru saja kembali dari Suriah, akan memperbarui persetujuan lebih dari 30 negara anggota PBB untuk menyelidiki dugaan serangan senjata kimia.
Para anggota parlemen dari Partai Demokrat AS takut, negaranya akan terseret dalam konflik baru di Timur Tengah. ”Ada banyak skeptisisme ,” kata Jim Moran, anggota parlemen dari Partai Demokrat AS, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/9/2013).
Meski ada suara skeptis, Obama yakin dua senator terkemuka dari Partai Republik AS, John McCain dan Lindsey Graham, akan mendukung Gedung Putih untuk melancarkan agresi militer ke Suriah.
Namun, McCain yang belum memberikan suara dukungannya, berpendapat, jika agresi militer AS terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad gagal, justru bisa menjadi bumerang bagi AS. ”Kegagalan serangan terhadap pasukan Presiden Bashar al-Assad akan jadi bencana,” katanya.
”Jika Kongres menolak resolusi seperti ini, setelah Presiden AS berkomitmen untuk bertindak, konsekuensi itu akan menjadi bencana,” imbuh McCain .
Di saat Obama menghadapi rintangan internal untuk menyerang Suriah, sekutunya, yakni Perancis, mengklaim memiliki bukti serangan senjata kimia secara besar-besaran pada 21 Agustus 2013 di dekat Damaskus. Pemerintah Perancis membeberkan data intelijen sebanyak sembilan halaman yang menyebut rezim Assad di balik serangan senjata kimia.
Pada Selasa (3/9/2013), Kepala Pelucutan Senjata PBB, Angela Kane, yang baru saja kembali dari Suriah, akan memperbarui persetujuan lebih dari 30 negara anggota PBB untuk menyelidiki dugaan serangan senjata kimia.
(esn)