Rangkaian serangan di Irak tewaskan 17 orang
Senin, 02 September 2013 - 23:20 WIB
Rangkaian serangan di Irak tewaskan 17 orang
A
A
A
Sindonews.com – Rangkaian serangan di Baghdad dan sebagian besar daerah Sunni di Irak menewaskan 17 orang, Senin (2/9/2013). Delapan di antaranya tewas dalam serangan terkoordinasi di rumah seorang kepala milisi anti al-Qaeda.
Serangan yang menewaskan 8 orang itu terjadi di bagian barat Baghdad, dan menimpa rumah Wissam al-Hardan, sosok yang pada awal tahun ini diangkat oleh Perdana Menteri Nuri al-Maliki untuk memimpin milisi Sahwa, yang beranggotakan kaum Sunni.
Para pejabat mengatakan, dua pembom bunuh diri meledakkan diri di luar rumah Hardan sekitar pukul 3 sore waktu setempat. Aksi bunuh diri ini diikuti oleh sebuah bom mobil yang meledak. Secara keseluruhan, delapan orang tewas dan 14 terluka, termasuk Hardan sendiri.
Seperti dilaporkan AFP, Kepala milisi itu langsung dibawa ke sebuah rumah sakit di Baghdad, yang dijaga ketat di Zona Hijau, dekat Kedutaan Amerika Serikat dan Kedubes Inggris, serta gedung Parlemen Irak.
Sementara itu, serangan lain terjadi di sebuah pos pemeriksaan Sahwa. Kali ini sebuah bom mobil bunuh diri meledak di pinggiran kota Baquba, sebelah utara Baghdad. Ledakan ini, menewaskan empat orang dan melukai 10 lainnya.
Hingga kini, kaum Sunni Irak memang kerap menjadi sasaran serangan. Penyebabnya, pada akhir 2006 silamm, milisi Sunni berbalik melawan jaringan al-Qaeda dan berpihak pada militer AS. Ini mengubah gelombang baru pemberontakan berdarah Irak.
Serangan yang menewaskan 8 orang itu terjadi di bagian barat Baghdad, dan menimpa rumah Wissam al-Hardan, sosok yang pada awal tahun ini diangkat oleh Perdana Menteri Nuri al-Maliki untuk memimpin milisi Sahwa, yang beranggotakan kaum Sunni.
Para pejabat mengatakan, dua pembom bunuh diri meledakkan diri di luar rumah Hardan sekitar pukul 3 sore waktu setempat. Aksi bunuh diri ini diikuti oleh sebuah bom mobil yang meledak. Secara keseluruhan, delapan orang tewas dan 14 terluka, termasuk Hardan sendiri.
Seperti dilaporkan AFP, Kepala milisi itu langsung dibawa ke sebuah rumah sakit di Baghdad, yang dijaga ketat di Zona Hijau, dekat Kedutaan Amerika Serikat dan Kedubes Inggris, serta gedung Parlemen Irak.
Sementara itu, serangan lain terjadi di sebuah pos pemeriksaan Sahwa. Kali ini sebuah bom mobil bunuh diri meledak di pinggiran kota Baquba, sebelah utara Baghdad. Ledakan ini, menewaskan empat orang dan melukai 10 lainnya.
Hingga kini, kaum Sunni Irak memang kerap menjadi sasaran serangan. Penyebabnya, pada akhir 2006 silamm, milisi Sunni berbalik melawan jaringan al-Qaeda dan berpihak pada militer AS. Ini mengubah gelombang baru pemberontakan berdarah Irak.
(esn)