Kerry: AS punya bukti penggunaan gas sarin di Suriah
Senin, 02 September 2013 - 10:56 WIB
Kerry: AS punya bukti penggunaan gas sarin di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan, bahwa AS memiliki bukti jika senjata kimia jenis gas sarin telah digunakan dalam serangan mematikan di dekat Damaskus bulan lalu. Menurutnya, dari sampel rambut dan darah korban yang diambil, telah teruji positif sebagai korban gas sarin.
AS menyalahkan Pemerintah Suriah atas serangan di dekat Damaskus pada 21 Agustus 2013 lalu . Presiden AS, Barack Obama telah berjanji untuk menghukum rezim Suriah, namun menunggu keputusan Kongres AS lebih dulu.
”Dalam 24 jam terakhir, kami telah mempelajari sampel yang diberikan kepada Amerika Serikat. Sampel yang diambil di dekat Damaskus, berupa rambut dan darah, hasilnya positif sebagai korban gas sarin,” kata Kerry, dalam acara di NBC Meet The Press, Minggu (1/9/2013).
Kerry mengatakan, ia yakin bahwa Kongres akan memberikan persetujuan bagi AS untuk melancarkan serangan terhadap Suriah. ”Kongres akan melakukan apa yang benar, karena mereka memahami apa yang dipertaruhkan,” ujar Kerry, yang menolak menjawab, pertanyaan apakah Obama akan menekan Kongres untuk mendukung agresi ke Suriah.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mengatakan kepada BBC, bahwa keputusan Obama untuk menunda serangan untuk menunggu persetujuan dari Kongres AS hanya manuver politik dan media saja.
Sedangkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, siap menghadapi agresi dari negara mana saja yang mengusik Suriah. ”Suriah mampu menghadapi setiap agresi eksternal, seperti halnya menghadapi agresi internal setiap hari,” ujar Assad.
AS menyalahkan Pemerintah Suriah atas serangan di dekat Damaskus pada 21 Agustus 2013 lalu . Presiden AS, Barack Obama telah berjanji untuk menghukum rezim Suriah, namun menunggu keputusan Kongres AS lebih dulu.
”Dalam 24 jam terakhir, kami telah mempelajari sampel yang diberikan kepada Amerika Serikat. Sampel yang diambil di dekat Damaskus, berupa rambut dan darah, hasilnya positif sebagai korban gas sarin,” kata Kerry, dalam acara di NBC Meet The Press, Minggu (1/9/2013).
Kerry mengatakan, ia yakin bahwa Kongres akan memberikan persetujuan bagi AS untuk melancarkan serangan terhadap Suriah. ”Kongres akan melakukan apa yang benar, karena mereka memahami apa yang dipertaruhkan,” ujar Kerry, yang menolak menjawab, pertanyaan apakah Obama akan menekan Kongres untuk mendukung agresi ke Suriah.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mengatakan kepada BBC, bahwa keputusan Obama untuk menunda serangan untuk menunggu persetujuan dari Kongres AS hanya manuver politik dan media saja.
Sedangkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, siap menghadapi agresi dari negara mana saja yang mengusik Suriah. ”Suriah mampu menghadapi setiap agresi eksternal, seperti halnya menghadapi agresi internal setiap hari,” ujar Assad.
(esn)