Assad: Suriah mampu hadapi serangan asing
Senin, 02 September 2013 - 09:55 WIB
Assad: Suriah mampu hadapi serangan asing
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan, negaranya mampu menghadapi setiap serangan eksternal. Pernyataan Assad itu, ia sampaikan, sehari setelah Presiden AS Barack Obama menyerukan aksi militer terhadap dirinya.
”Suriah mampu menghadapi setiap agresi eksternal,” bunyi laporan televisi pemerintah Suriah, mengutip pernyataan Assad, seperti dikutip al-Jazeera, Senin (2/9/2013). Assad menyampaikan hal itu, saat bertemu dengan para pejabat Iran.
”Ancaman Amerika melancarkan serangan terhadap Suriah tidak akan mencegah Suriah jauh dari prinsip-prinsipnya. Yakni, memerangi terorisme yang didukung oleh beberapa negara-negara regional dan Barat, pertama dan terutama Amerika Serikat,” lanjut laporan tersebut.
Komentar itu muncul sebagai reaksi atas komentara Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, bahwa, pemerintahnya telah memperoleh bukti, jika gas sarin digunakan rezim Assad dalam serangan di Suriah bulan lalu. AS mengklaim serangan tersebut menewaskan 1.400 orang.
”Rambut dan sampel darah yang diberikan kepada AS dari responden pertama dalam serangan bulan lalu di Damaskus telah teruji positif terkena gas sarin," kata Kerry kepada NBC dan televisi CNN , Minggu (1/9/2013).
Menurutnya, bukti itu belum disampaikan pada publik. Rezim Assad, lanjut dia, dikenal memiliki stok sarin yang mematikan, meskipun rezim tersebut telah mengklaim, bahwa pemberontak Suriah-lah yang menggunakan senjata kimia tersebut.
”Suriah mampu menghadapi setiap agresi eksternal,” bunyi laporan televisi pemerintah Suriah, mengutip pernyataan Assad, seperti dikutip al-Jazeera, Senin (2/9/2013). Assad menyampaikan hal itu, saat bertemu dengan para pejabat Iran.
”Ancaman Amerika melancarkan serangan terhadap Suriah tidak akan mencegah Suriah jauh dari prinsip-prinsipnya. Yakni, memerangi terorisme yang didukung oleh beberapa negara-negara regional dan Barat, pertama dan terutama Amerika Serikat,” lanjut laporan tersebut.
Komentar itu muncul sebagai reaksi atas komentara Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, bahwa, pemerintahnya telah memperoleh bukti, jika gas sarin digunakan rezim Assad dalam serangan di Suriah bulan lalu. AS mengklaim serangan tersebut menewaskan 1.400 orang.
”Rambut dan sampel darah yang diberikan kepada AS dari responden pertama dalam serangan bulan lalu di Damaskus telah teruji positif terkena gas sarin," kata Kerry kepada NBC dan televisi CNN , Minggu (1/9/2013).
Menurutnya, bukti itu belum disampaikan pada publik. Rezim Assad, lanjut dia, dikenal memiliki stok sarin yang mematikan, meskipun rezim tersebut telah mengklaim, bahwa pemberontak Suriah-lah yang menggunakan senjata kimia tersebut.
(esn)