AS merasa ditantang dunia untuk gempur Suriah
Sabtu, 31 Agustus 2013 - 10:02 WIB
AS merasa ditantang dunia untuk gempur Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden AS, Barack Obama, mengatakan AS sedang mempertimbangkan "tindakan sempit yang terbatas" dalam menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah. Obama merasa, sedang ditantang dunia untuk melakukan invasi militer terhadap Suriah.
Menurut Obama dengan adanya laporan penggunaan senjata kimia di Suriah, tidak mungkin baginya untuk mundur dari rencana menyerang Suriah. Jika AS berdiam diri, kata Obama, sejarah akan menghakimi AS dengan kasar.
Dia menambahkan, jika AS menutup mata dengan kondisi di Suriah, itu akan membuat ditaktor di Iran dan Kora Utara semakin berani terhadap AS dan membuat AS tidak kredibel di mata dunia.
Berbicara pada Jumat (30/8/2013), Obama mengatakan, serangan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus pada 21 Agustus 2013, adalah tantangan bagi AS. ”Yang mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika,” katanya.
”Kami tidak bisa menerima, bahwa di dunia, di mana perempuan dan anak-anak dan warga sipil tak berdosa dibunuh dengan gas pada skala yang mengerikan,” ucap Obama, seperti dikutip BBC, Sabtu (31/8/2013).
”Dunia memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kami menjaga norma terhadap penggunaan senjata kimia.” Kendati demikian, Obama menegaskan, AS belum membuat keputusan akhir yang akan dilakukan pada rezim Suriah.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sebelumnya mengatakan negaranya akan mempertahankan diri terhadap setiap agresi negara-negara Barat. Pemerintahannya, tidak akan berdiam diri dan akan memberikan kejutan bagi negara mana saja yang berani menyerang Suriah.
Menurut Obama dengan adanya laporan penggunaan senjata kimia di Suriah, tidak mungkin baginya untuk mundur dari rencana menyerang Suriah. Jika AS berdiam diri, kata Obama, sejarah akan menghakimi AS dengan kasar.
Dia menambahkan, jika AS menutup mata dengan kondisi di Suriah, itu akan membuat ditaktor di Iran dan Kora Utara semakin berani terhadap AS dan membuat AS tidak kredibel di mata dunia.
Berbicara pada Jumat (30/8/2013), Obama mengatakan, serangan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus pada 21 Agustus 2013, adalah tantangan bagi AS. ”Yang mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika,” katanya.
”Kami tidak bisa menerima, bahwa di dunia, di mana perempuan dan anak-anak dan warga sipil tak berdosa dibunuh dengan gas pada skala yang mengerikan,” ucap Obama, seperti dikutip BBC, Sabtu (31/8/2013).
”Dunia memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kami menjaga norma terhadap penggunaan senjata kimia.” Kendati demikian, Obama menegaskan, AS belum membuat keputusan akhir yang akan dilakukan pada rezim Suriah.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sebelumnya mengatakan negaranya akan mempertahankan diri terhadap setiap agresi negara-negara Barat. Pemerintahannya, tidak akan berdiam diri dan akan memberikan kejutan bagi negara mana saja yang berani menyerang Suriah.
(esn)