Menlu AS: Pasukan Assad bunuh 1.429 orang
Sabtu, 31 Agustus 2013 - 08:43 WIB
Menlu AS: Pasukan Assad bunuh 1.429 orang
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri AS, John Kerry telah menuduh pasukan Pemerintah Suriah membunuh 1.429 orang dalam serangan senjata kimia di Damaskus pekan lalu. Menurutnya, korban tewas termasuk 426 anak.
Dia menggambarkan serangan pasukan Presiden Bashar al-Assad itu sebagai “horor yang tak terbayangkan”. Presiden Barack Obama, menambahkan, AS sedang mempertimbangkan tindakan untuk Suriah.
Pernyataan Kerry ia sampaikan dalam pidatonya kemarin. Menurutnya, tindakan militer terhadap Suriah tepat, untuk menghentikan penggunaan senjata kimia yang ia tuduhkan dilakukan pasukan rezim Assad.
Kerry menegaskan, tindakan militer terhadap Suriah bukan bermaksud intervensi dalam perang sipil di sana yang bertujuan untuk menggulingkan rezim Assad. Kerry berusaha untuk meyakinkan publik AS yang lelah dengan perang, bahwa itu adalah tanggung Washington untuk bertindak.
Tuduhannya terhadap rezim Assad, kata Kerry, didukung oleh data tenaga medis, saksi, wartawan, video dan ribuan laporan media sosial. ”Kita tahu roket hanya datang dari daerah yang dikuasai rezim dan mendarat hanya di daerah yang dikuasai oposisi,” kata Kerry, seperti dikutip BBC.
Dia menggambarkan serangan pasukan Presiden Bashar al-Assad itu sebagai “horor yang tak terbayangkan”. Presiden Barack Obama, menambahkan, AS sedang mempertimbangkan tindakan untuk Suriah.
Pernyataan Kerry ia sampaikan dalam pidatonya kemarin. Menurutnya, tindakan militer terhadap Suriah tepat, untuk menghentikan penggunaan senjata kimia yang ia tuduhkan dilakukan pasukan rezim Assad.
Kerry menegaskan, tindakan militer terhadap Suriah bukan bermaksud intervensi dalam perang sipil di sana yang bertujuan untuk menggulingkan rezim Assad. Kerry berusaha untuk meyakinkan publik AS yang lelah dengan perang, bahwa itu adalah tanggung Washington untuk bertindak.
Tuduhannya terhadap rezim Assad, kata Kerry, didukung oleh data tenaga medis, saksi, wartawan, video dan ribuan laporan media sosial. ”Kita tahu roket hanya datang dari daerah yang dikuasai rezim dan mendarat hanya di daerah yang dikuasai oposisi,” kata Kerry, seperti dikutip BBC.
(esn)