Tanpa Inggris, oposisi minta AS & sekutu lainnya serbu Suriah

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 15:50 WIB
Tanpa Inggris, oposisi...
Tanpa Inggris, oposisi minta AS & sekutu lainnya serbu Suriah
A A A
Sindonews.com – Kelompok oposisi Suriah anti-rezim pemerintah Bashar al-Assad terkejut mendengar Pemerintah Inggris yang tidak jadi menyerang Suriah, karena tidak disetujui parlemen. Namun, pihak oposisi Suriah, berharap sekutu AS yang lain tetap melancarkan serangan ke Suriah.

Kepala oposisi Suriah, Ahmad al-Jarba, mengatakan, penolakan parlemen Inggris untuk mendukung aksi militer di Suriah, tidak akan menahan sekutu AS lainnya untuk menyerang Suriah.

Dalam sebuah wawancaranya dengan stasiun radio France-Inter, pada Jumat (30/8/2013), al-Jabar berharap, tanpa Inggris koalisi sekutu Barat tetap menghukum Bashar Assad dengan melancarkan invasi militer. Menurutnya, invasi militer tepat untuk menghukum rezim Assad atas serangan senjata kimia pada 21 Agustus 2013 lalu.

Kata al-Jabar, AS, Perancis dan Inggris awalnya diharapkan bisa memikul tanggung jawab moral untuk menghukum rezim Assad dengan invasi militer. ”Serangan dapat melumpuhkan sebagian besar rezim dan menegakkan moral,” katanya, seperti dikutip Fox News.

Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengatakan, AS akan terus mencari teman koalisi internasional untuk bertindak bersama-sama di Suriah. Pernyataan Hagel itu sebagai respon atas keputusan Parlemen Inggris yang menentang negaranya menyerang Suriah.

”Ini adalah tujuan Presiden (Barack) Obama dan pemerintah kami, apa pun keputusan yang diambil, itu menjadi kolaborasi dan upaya internasional,” kata Hagel selama perjalanan ke Filipina, seperti dikutip Reuters.

Dia menegaskan, meskipun Parlemen Inggris menolak rencana invasi militer ke Suriah, AS tetap akan berkonsultasi dengan Inggris sebelum memutuskan untuk menyerang Suriah.

”Pendekatan kami adalah untuk terus menemukan koalisi internasional yang akan bertindak bersama-sama. Dan saya pikir Anda melihat sejumlah negara yang menyatakan secara terbuka soal penggunaan senjata kimia (di Suriah),” ujar Hagel.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved