Ingin bebaskan misionaris, utusan AS sambangi Korut
Jum'at, 30 Agustus 2013 - 11:21 WIB
Ingin bebaskan misionaris, utusan AS sambangi Korut
A
A
A
Sindonews.com - Seorang utusan senior AS dijadwalkan tiba di Korea Utara (Korut) pada Jumat (30/8/2013), untuk melobi pembebasan misionaris AS yang dipenjara di Korut, Kenneth Bae, 45. Permintaan pembebasan itu, diklaim atas dasar kemanusiaan.
Robert King, utusan khusus AS, akan menghabiskan waktu dua hari di Pyongyang untuk melobi pembebasan Bae. Kenneth Bae, seorang misionaris AS berdarah Korea, dihukum 15 tahun di kamp kerja paksa, atas tuduhan rencana kudeta terhadap Pemerintah Korut.
”Kami belum diberitahu, bahwa ada sesuatu yang pasti,” kata utusan AS itu, saat ia singgah di Tokyo, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/8/2013). ”Kami akan melakukan banding.”
Menurutnya, Bae memiliki masalah kesehatan, dan diharapkan ia bisa membebaskannya dari hukuman yang diberikan Pemerintah Korut. Pihak keluarga Kenneth Bae, mengatakan dia sakit parah dan telah dipindahkan dari kamp kerja paksa ke rumah sakit. Mereka mengatakan, Bae memiliki penyakit diabetes dan pembesaran jantung.
Pihak Gedung Putih mengatakan, bahwa Pemerintah AS sangat prihatin dengan kondisi kesehatan Bae. Kenneth Bae (di Korut dikenal sebagai Pae Jun-ho) ditangkap pada bulan November 2012, karena ia memasuki pelabuhan utara, sebelah timur Rason, yang masuk wilayah zona ekonomi khusus Korut.
Kenneth Bae juga dikenal sebagai misionaris Kristen. Pihak Pemerintah Korut, mengatakan, ia menggunakan kedok usaha pariwisata untuk membentuk kelompok yang berniat menggulingkan pemerintah. Siang kasus Bae itu memicu ketagangan AS dan Korut di tengah proyek nuklir kontroversial Pyongyang.
Robert King, utusan khusus AS, akan menghabiskan waktu dua hari di Pyongyang untuk melobi pembebasan Bae. Kenneth Bae, seorang misionaris AS berdarah Korea, dihukum 15 tahun di kamp kerja paksa, atas tuduhan rencana kudeta terhadap Pemerintah Korut.
”Kami belum diberitahu, bahwa ada sesuatu yang pasti,” kata utusan AS itu, saat ia singgah di Tokyo, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/8/2013). ”Kami akan melakukan banding.”
Menurutnya, Bae memiliki masalah kesehatan, dan diharapkan ia bisa membebaskannya dari hukuman yang diberikan Pemerintah Korut. Pihak keluarga Kenneth Bae, mengatakan dia sakit parah dan telah dipindahkan dari kamp kerja paksa ke rumah sakit. Mereka mengatakan, Bae memiliki penyakit diabetes dan pembesaran jantung.
Pihak Gedung Putih mengatakan, bahwa Pemerintah AS sangat prihatin dengan kondisi kesehatan Bae. Kenneth Bae (di Korut dikenal sebagai Pae Jun-ho) ditangkap pada bulan November 2012, karena ia memasuki pelabuhan utara, sebelah timur Rason, yang masuk wilayah zona ekonomi khusus Korut.
Kenneth Bae juga dikenal sebagai misionaris Kristen. Pihak Pemerintah Korut, mengatakan, ia menggunakan kedok usaha pariwisata untuk membentuk kelompok yang berniat menggulingkan pemerintah. Siang kasus Bae itu memicu ketagangan AS dan Korut di tengah proyek nuklir kontroversial Pyongyang.
(esn)