Yordania & Libanon tak izinkan wilayah udaranya dipakai serang Suriah
Kamis, 29 Agustus 2013 - 17:25 WIB
Yordania & Libanon tak izinkan wilayah udaranya dipakai serang Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Libanon, Adnan Mansour, memperingatkan masyarakat internasional, bahwa setiap aksi militer terhadap Suriah yang tidak mendapat dukungan PBB akan membahayakan seluruh komunitas internasional dan menjadi ancaman serius stabilitas dalam negeri Libanon, Kamis (29/8/2013).
"Kami tidak akan mengizinkan wilayah udara kami digunakan oleh kekuatan dunia untuk menyerang Suriah," ungkap Mansour.
Hal senada juga diungkapkan Pemerintah Yordania, mereka menentang wilayah udara Yordania digunakan sebagai bagian dari aksi militer untuk menyerang Suriah.
"Kami tidak mendukung solusi militer terhadap Suriah, kami mendukung solusi politik untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Suriah. Langkah itu akan menjaga kesatuan dan persatuan negara dan rakyat Suriah," ungkap Menteri Komunikasi Yordania, Mohammad Momani.
Pemerintah Yordania sendiri telah berulang kali mengaku tidak berusaha untuk ikut campur dalam urusan Suriah. Sebelumnya, Raja Abdullah II dari Yordania mengatakan, pihaknya bersiap untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi diri, jika krisis Suriah mulai mengancam negara kerajaan itu.
Yordania telah memperketat keamanan di wilayah perbatasannya, menangkap dan memenjarakan puluhan jihadis yang berusaha menyeberang ke Suriah.
Khawatir konflik Suriah bisa meluas ke Yordania, pemerintah Amerika Serikat telah mengerahkan jet tempur F-16 dan pertahanan rudal Patriot, bersama dengan sekitar 1.000 tentara AS, untuk melindungi sekutu Arab mereka. Saat ini, Yordania sendiri adalah rumah bagi lebih dari 500 ribu pengungsi Suriah.
"Kami tidak akan mengizinkan wilayah udara kami digunakan oleh kekuatan dunia untuk menyerang Suriah," ungkap Mansour.
Hal senada juga diungkapkan Pemerintah Yordania, mereka menentang wilayah udara Yordania digunakan sebagai bagian dari aksi militer untuk menyerang Suriah.
"Kami tidak mendukung solusi militer terhadap Suriah, kami mendukung solusi politik untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Suriah. Langkah itu akan menjaga kesatuan dan persatuan negara dan rakyat Suriah," ungkap Menteri Komunikasi Yordania, Mohammad Momani.
Pemerintah Yordania sendiri telah berulang kali mengaku tidak berusaha untuk ikut campur dalam urusan Suriah. Sebelumnya, Raja Abdullah II dari Yordania mengatakan, pihaknya bersiap untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi diri, jika krisis Suriah mulai mengancam negara kerajaan itu.
Yordania telah memperketat keamanan di wilayah perbatasannya, menangkap dan memenjarakan puluhan jihadis yang berusaha menyeberang ke Suriah.
Khawatir konflik Suriah bisa meluas ke Yordania, pemerintah Amerika Serikat telah mengerahkan jet tempur F-16 dan pertahanan rudal Patriot, bersama dengan sekitar 1.000 tentara AS, untuk melindungi sekutu Arab mereka. Saat ini, Yordania sendiri adalah rumah bagi lebih dari 500 ribu pengungsi Suriah.
(esn)