Rusia & China tolak serang Suriah, resolusi DK PBB buntu
Kamis, 29 Agustus 2013 - 09:53 WIB
Rusia & China tolak serang Suriah, resolusi DK PBB buntu
A
A
A
Sindonews.com - Para anggota tetap Dewan Keamanan PBB telah mengadakan pembicaraan untuk memutuskan resolusi yang akan dikenakan kepada Suriah. Namun, hasil pertemuan anggota tetap DK PBB tidak menyimpulkan apa-apa alias buntu.
Kebuntuan resolusi PBB itu, dipicu reaksi keras Duta Besar dari Rusia dan China yang menentang setiap opsi serangan militer terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pembicaraan anggota tetap DK PBB yang tidak menghasilkan keputusan apa-apa itu berlangsung tertutup sekitar 75 menit, kemarin.
Usai pembicaraan itu, Duta Besar AS, Inggris dan Perancis, meninggalkan ruangan tanpa berkomentar. Ketiga negara itu, mempertimbangkan opsi menyerang Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia yang dituduhkan kepada rezim Assad.
”Inggris memberikan pesan tertulis, dan Rusia mengulangi argumen yang sudah dibuat oleh menteri luar negeri mereka,” kata seorang diplomat seperti dikutip al-Jazeera, Rabu (28/8/2013).
Pada konferensi pers kemarin, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf mengakui bahwa Dewan tidak mungkin untuk menyetujui resolusi apapun. Ia menyalahkan Rusia karena sikap keras kepala Rusia menyebabkan kebuntuan atas resolusi PBB terhadap Suriah.
”Semua upaya yang sebelumnya diharapkan agar Dewan Keamanan bertindak terhadap Suriah telah diblokir (oleh Rusia),” katanya. ”Kita tidak bisa membiarkan kelumpuhan diplomatik untuk menjadi perisai bagi para pelaku kejahatan tersebut.”
Kebuntuan resolusi PBB itu, dipicu reaksi keras Duta Besar dari Rusia dan China yang menentang setiap opsi serangan militer terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pembicaraan anggota tetap DK PBB yang tidak menghasilkan keputusan apa-apa itu berlangsung tertutup sekitar 75 menit, kemarin.
Usai pembicaraan itu, Duta Besar AS, Inggris dan Perancis, meninggalkan ruangan tanpa berkomentar. Ketiga negara itu, mempertimbangkan opsi menyerang Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia yang dituduhkan kepada rezim Assad.
”Inggris memberikan pesan tertulis, dan Rusia mengulangi argumen yang sudah dibuat oleh menteri luar negeri mereka,” kata seorang diplomat seperti dikutip al-Jazeera, Rabu (28/8/2013).
Pada konferensi pers kemarin, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf mengakui bahwa Dewan tidak mungkin untuk menyetujui resolusi apapun. Ia menyalahkan Rusia karena sikap keras kepala Rusia menyebabkan kebuntuan atas resolusi PBB terhadap Suriah.
”Semua upaya yang sebelumnya diharapkan agar Dewan Keamanan bertindak terhadap Suriah telah diblokir (oleh Rusia),” katanya. ”Kita tidak bisa membiarkan kelumpuhan diplomatik untuk menjadi perisai bagi para pelaku kejahatan tersebut.”
(esn)