Rusia sebut resolusi Inggris soal Suriah terlalu dini
Kamis, 29 Agustus 2013 - 02:19 WIB
Rusia sebut resolusi Inggris soal Suriah terlalu dini
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pada Rabu (28/8/2013), bahwa Dewan Keamanan PBB seharusnya tidak mempertimbangkan rancangan resolusi dalam menanggapi dugaan serangan senjata kimia di Suriah, sebelum inspektur PBB melaporkan temuan mereka di sana.
“Lavrov mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, bahwa perlu untuk menunggu hasil dari inspektur PBB,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Reuters. Sebelumnya, Inggris telah mengusulkan sebuah resolusi yang akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga sipil di Suriah.
Rancangan resolusi itu akan mengotorisasi "semua kekuatan yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari senjata kimia, serta persetujuan bagi kekuatan Barat untuk melakukan aksi militer di Suriah.
AS dan sekutunya dilaporkan telah bersiap untuk melancarkan aksi militer ke Suriah, menyusul adanya laporan serangan senjata kimia di Damaskus pada pekan lalu yang menewaskan ratusan orang.
Selama ini, Rusia adalah pemasok utama senjata bagi rezim Presiden Bashar al-Assad. Bersama Iran, Rusia menjadi pendukung rezim Assad. Rusia juga telah berulangkali mementahkan upaya resolusi soal Suriah di DK PBB.
“Lavrov mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, bahwa perlu untuk menunggu hasil dari inspektur PBB,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Reuters. Sebelumnya, Inggris telah mengusulkan sebuah resolusi yang akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga sipil di Suriah.
Rancangan resolusi itu akan mengotorisasi "semua kekuatan yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari senjata kimia, serta persetujuan bagi kekuatan Barat untuk melakukan aksi militer di Suriah.
AS dan sekutunya dilaporkan telah bersiap untuk melancarkan aksi militer ke Suriah, menyusul adanya laporan serangan senjata kimia di Damaskus pada pekan lalu yang menewaskan ratusan orang.
Selama ini, Rusia adalah pemasok utama senjata bagi rezim Presiden Bashar al-Assad. Bersama Iran, Rusia menjadi pendukung rezim Assad. Rusia juga telah berulangkali mementahkan upaya resolusi soal Suriah di DK PBB.
(esn)