Faksi-faksi Palestina kecam rencana serangan Barat ke Suriah
Rabu, 28 Agustus 2013 - 23:35 WIB
Faksi-faksi Palestina kecam rencana serangan Barat ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Faksi-faksi politik Palestina, termasuk Fatah dan Hamas, pada Rabu (28/8/20123), menyuarakan penolakan mereka terhadap kemungkinan serangan militer Barat terhadap Suriah.
Kedua faksi terbesar di Palestina, Hamas dan Fatah, yang kerap bersaing, kali ini setuju bahwa serangan Barat terhadap situs dan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad hanya melayani kepentingan Israel.
"Meskipun kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Suriah (oleh pasukan al-Assad), Hamas memperbaharui penolakannya terhadap setiap campur tangan eksternal dalam urusan dunia Arab," kata Mushier Al-Massri, seorang pejabat dari Hamas, gerakan Islam yang menguasai Jalur Gaza .
“Perang tidak dapat dibenarkan, bahwa upaya yang dilakukan dunia Barat di Timur Tengah, memberi manfaat Israel," lanjutnya kepada Xinhua.
Sementara itu, Jamal Muhissen, seorang pejabat dari partai Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyerukan kepada Liga Arab yang bermarkas di Kairo untuk tidak memberikan legitimasi terhadap Amerika Serikat dan sekutunya untuk melancarkan aksi militer terhadap Suriah.
Dia menambahkan, bahwa Israel menempati Dataran Tinggi dan setiap serangan terhadap Suriah akan menghancurkan kekuatan militer, sehingga Damaskus tidak akan dapat mengembalikan kekuasaan di Dataran Tinggi Golan.
“Fatah tidak campur tangan dalam politik internal negara-negara Arab, tetapi menolak apapun yang dapat mempengaruhi keamanan nasional Arab," tambahnya.
Kedua faksi terbesar di Palestina, Hamas dan Fatah, yang kerap bersaing, kali ini setuju bahwa serangan Barat terhadap situs dan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad hanya melayani kepentingan Israel.
"Meskipun kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Suriah (oleh pasukan al-Assad), Hamas memperbaharui penolakannya terhadap setiap campur tangan eksternal dalam urusan dunia Arab," kata Mushier Al-Massri, seorang pejabat dari Hamas, gerakan Islam yang menguasai Jalur Gaza .
“Perang tidak dapat dibenarkan, bahwa upaya yang dilakukan dunia Barat di Timur Tengah, memberi manfaat Israel," lanjutnya kepada Xinhua.
Sementara itu, Jamal Muhissen, seorang pejabat dari partai Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyerukan kepada Liga Arab yang bermarkas di Kairo untuk tidak memberikan legitimasi terhadap Amerika Serikat dan sekutunya untuk melancarkan aksi militer terhadap Suriah.
Dia menambahkan, bahwa Israel menempati Dataran Tinggi dan setiap serangan terhadap Suriah akan menghancurkan kekuatan militer, sehingga Damaskus tidak akan dapat mengembalikan kekuasaan di Dataran Tinggi Golan.
“Fatah tidak campur tangan dalam politik internal negara-negara Arab, tetapi menolak apapun yang dapat mempengaruhi keamanan nasional Arab," tambahnya.
(esn)