Saudara Assad ini dituduh sebagai aktor serangan senjata kimia
Rabu, 28 Agustus 2013 - 11:35 WIB
Saudara Assad ini dituduh sebagai aktor serangan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Maher al-Assad, saudara Presiden Suriah, Bashar al-Assad dituduh sebagai aktor utama di balik serangan senjata kimia di dekat Damaskus yang disebut-sebut menewaskan 1.200 orang. Tuduhan itu muncul dari stasiun televisi Israel, Channel 2.
Maher al-Assad, dilaporkan sebagai tokoh yang ditakuti dalam rezim Assad. Dia belum pernah muncul di hadapan publik, selama lebih dari setahun. Maher al-Assad juga disebut sebagai komandan 10 ribu pengawal nagara yang kuat, dan menjadi tokoh inti Divisi Lapis Baja Keempat dalam perang sipil di Suriah selama dua setenga tahun ini.
Channel 2, melaporkan serangan di dekat Damaskus berasal dari Divisi Lapis Baja Keempat.
Pemerintah Suriah sendiri berulang kali membantah telah menggunakan senjata kimia. Mereka menyebut, isu itu sengaja digulirkan pihak oposisi untuk mengacaukan kerja tim inspeksi PBB di Suriah.
Maher al-Assad, dikenal brutal dalam melawan pemberontak Suriah. ”Dia sempat terluka dalam pemboman di Damaskus pada 18 Juli 2012. Serangan kala itu, juga merenggut nyawa kakak iparnya Assef Shawkat dan Menteri Pertahanan, Dawoud Rajha,” tulis Daiy Mail, dalam laporannya.
Presiden Bashar al-Assad, dalam wawancara dengan surat kabar Rusia, Izvestia, di Damaskus, mengatakan, setiap intervensi AS di Suriah ditakdirkan untuk berakhir dengan kegagalan.
Maher al-Assad, dilaporkan sebagai tokoh yang ditakuti dalam rezim Assad. Dia belum pernah muncul di hadapan publik, selama lebih dari setahun. Maher al-Assad juga disebut sebagai komandan 10 ribu pengawal nagara yang kuat, dan menjadi tokoh inti Divisi Lapis Baja Keempat dalam perang sipil di Suriah selama dua setenga tahun ini.
Channel 2, melaporkan serangan di dekat Damaskus berasal dari Divisi Lapis Baja Keempat.
Pemerintah Suriah sendiri berulang kali membantah telah menggunakan senjata kimia. Mereka menyebut, isu itu sengaja digulirkan pihak oposisi untuk mengacaukan kerja tim inspeksi PBB di Suriah.
Maher al-Assad, dikenal brutal dalam melawan pemberontak Suriah. ”Dia sempat terluka dalam pemboman di Damaskus pada 18 Juli 2012. Serangan kala itu, juga merenggut nyawa kakak iparnya Assef Shawkat dan Menteri Pertahanan, Dawoud Rajha,” tulis Daiy Mail, dalam laporannya.
Presiden Bashar al-Assad, dalam wawancara dengan surat kabar Rusia, Izvestia, di Damaskus, mengatakan, setiap intervensi AS di Suriah ditakdirkan untuk berakhir dengan kegagalan.
(esn)