Menteri Palestina: 95 persen tahanan alami siksaan
Selasa, 27 Agustus 2013 - 17:56 WIB
Menteri Palestina: 95 persen tahanan alami siksaan
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah kelompok HAM Israel, B'Tselem, telah menerbitkan sebuah laporan tentang pelanggaran rezim Israel terhadap hak asasi manusia rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan. Sedangkan Menteri Urusan Tahanan Palestina, Kaldura Faris, megatakan, mayoritas warga Palestina yang ditahan mengalami siksaan.
”Lebih dari 95 persen dari tahanan, termasuk anak-anak menderita akibat penyiksaan. Israel tidak membedakan antara anak dan orang dewasa. Kami bahkan telah menerima kesaksian adanya pelecehan seksual dan ancaman terhadap anak di bawah umur,” kata Kaldura Faris, kepada Press TV, Selasa (27/8/2013).
”Mereka sering diinterogasi selama berjam-jam, menderita kurang tidur sebelum mereka disiksa untuk mengakui kejahatan yang mungkin tidak pernah mereka lakukan,” lanjut Faris.
B’Tselem, merilis laporan pada 22 Agustus 2013. Isinya, para Palestina, termasuk anak-anak, telah menjadi sasaran penyiksaan selama menjalani interogasi atau dipenjara aparat Israel.
Kelompok ini menerima kesaksian dari 64 warga Palestina yang tinggal di Betlehem dan al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat yang diduduki Israel. Sebanyak 56 dari mereka yang diinterogasi, mengaku menjadi sasaran ancaman, penyiksaan, dan kekerasan setelah ditangkap.
”Lebih dari 95 persen dari tahanan, termasuk anak-anak menderita akibat penyiksaan. Israel tidak membedakan antara anak dan orang dewasa. Kami bahkan telah menerima kesaksian adanya pelecehan seksual dan ancaman terhadap anak di bawah umur,” kata Kaldura Faris, kepada Press TV, Selasa (27/8/2013).
”Mereka sering diinterogasi selama berjam-jam, menderita kurang tidur sebelum mereka disiksa untuk mengakui kejahatan yang mungkin tidak pernah mereka lakukan,” lanjut Faris.
B’Tselem, merilis laporan pada 22 Agustus 2013. Isinya, para Palestina, termasuk anak-anak, telah menjadi sasaran penyiksaan selama menjalani interogasi atau dipenjara aparat Israel.
Kelompok ini menerima kesaksian dari 64 warga Palestina yang tinggal di Betlehem dan al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat yang diduduki Israel. Sebanyak 56 dari mereka yang diinterogasi, mengaku menjadi sasaran ancaman, penyiksaan, dan kekerasan setelah ditangkap.
(esn)