Niat bunuh Presiden Venezuela, 2 warga Kolombia ditangkap
Selasa, 27 Agustus 2013 - 14:55 WIB
Niat bunuh Presiden Venezuela, 2 warga Kolombia ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Venezuela menyatakan, bahwa mereka berhasil menggagalkan plot pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro. Demikian diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Venezuela, Miguel Rodriguez dalam sebuah pertemuan di Caracas, Senin (26/8/2013).
Rodriguez mengatakan, Pemerintah telah menangkap VĂctor Johan Guache Mosquera dan Erick Leonardo Huertas Rios, dua warga Kolombia pada 13 Agurtus lalu.
"Keduanya adalah anggota sebuah kelompok beranggotakan 10 orang yang ditugaskan untuk melancarkan plot pembunuhan terhadap Presiden Maduro. Mereka semua bekerja untuk Alvaro Uribe, mantan Presiden Kolombia yang berasal dari sayap kanan," tuduh Rodriguez.
Rodriguez mengatakan, dua orang tersebut merupakan bagian dari tim yang didukung oleh seorang pria berpengalaman yang diidentifikasi sebagai David, pihak yang secara langsung mendapat laporan perkembangan serangan pembunuhan. David secara tidak langsung mendapat perintah untuk membunuh Presiden Maduro dari mantan Presiden Kolombia, Uribe melalui, Oscar Alcantara Gonzalez, alias Gancho Mosco.
"Kami tidak ragu mengatakan, bahwa Alvaro Uribe tahu tentang segala ini. Sedikitpun kami tidak terkejut saat mengetahui dialah yang memerintahkan untuk melancarkan operasi ini," ungkap Rodriguez.
Mantan Presiden Kolombia yang menjabat sejak 2002-2010 lalu itu tidak terima dengan tuduhan Pemerintah Venezuela. Ia dengan tegas membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai sebuah penghinaan. "Saya lebih suka membahas isu-isu penting, bukan penghinaan terhadap kediktatoran," ungkap Alvaro Uribe dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Kolombia.
Ini bukan kali pertama Presiden Maduro menjadi sasaran pembunuhan. Pada Juni lalu, Rodriguez mengungkapkan, bahwa Presiden telah menjadi sasaran plot pembunuhan terpisah yang dilancarkan oleh Kolombia dan Amerika Serikat.
Rodriguez mengatakan, Pemerintah telah menangkap VĂctor Johan Guache Mosquera dan Erick Leonardo Huertas Rios, dua warga Kolombia pada 13 Agurtus lalu.
"Keduanya adalah anggota sebuah kelompok beranggotakan 10 orang yang ditugaskan untuk melancarkan plot pembunuhan terhadap Presiden Maduro. Mereka semua bekerja untuk Alvaro Uribe, mantan Presiden Kolombia yang berasal dari sayap kanan," tuduh Rodriguez.
Rodriguez mengatakan, dua orang tersebut merupakan bagian dari tim yang didukung oleh seorang pria berpengalaman yang diidentifikasi sebagai David, pihak yang secara langsung mendapat laporan perkembangan serangan pembunuhan. David secara tidak langsung mendapat perintah untuk membunuh Presiden Maduro dari mantan Presiden Kolombia, Uribe melalui, Oscar Alcantara Gonzalez, alias Gancho Mosco.
"Kami tidak ragu mengatakan, bahwa Alvaro Uribe tahu tentang segala ini. Sedikitpun kami tidak terkejut saat mengetahui dialah yang memerintahkan untuk melancarkan operasi ini," ungkap Rodriguez.
Mantan Presiden Kolombia yang menjabat sejak 2002-2010 lalu itu tidak terima dengan tuduhan Pemerintah Venezuela. Ia dengan tegas membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai sebuah penghinaan. "Saya lebih suka membahas isu-isu penting, bukan penghinaan terhadap kediktatoran," ungkap Alvaro Uribe dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Kolombia.
Ini bukan kali pertama Presiden Maduro menjadi sasaran pembunuhan. Pada Juni lalu, Rodriguez mengungkapkan, bahwa Presiden telah menjadi sasaran plot pembunuhan terpisah yang dilancarkan oleh Kolombia dan Amerika Serikat.
(esn)