Putin: Tidak ada bukti rezim Suriah gunakan senjata kimia
Selasa, 27 Agustus 2013 - 03:24 WIB
Putin: Tidak ada bukti rezim Suriah gunakan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Senin (26/8/2013), mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris, David Cameron, bahwa tidak ada bukti rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak. Demikian dinyatakan oleh kantor Cameron.
“Selama percakapan telepon itu, Putin mengatakan, bahwa mereka tidak memiliki bukti apakah serangan senjata kimia telah terjadi atau siapa yang bertanggung jawab," ujar Juru Bicara kantor Perdana Menteri Inggris, seperti dikutip dari AFP.
Cameron sendiri dilporkan bersikeras, bahwa ada "sedikit keraguan" kalau rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah melakukan serangan senjata kimia. Cameron meragukan, bahwa para pemberontak memiliki kemampuan untuk melakukan serangan seperti itu.
“Rezim juga telah mencegah akses PBB, segera setelah terjadinya serangan. Ini menunjukkan kalau mereka menyembunyikan sesuatu," kata Cameron kepada Putin, menurut sang jubir.
Saat ini, tim PBB yang menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia mematikan telah berhasil menemui korban selamat dari serangan yang terjadi di dekat Damaskus itu. “Meski konvoi mereka dihujani tembakan oleh sniper, namun tim berhasil berbicara dengan para korban selamat,” jelas Sekjen PBB, Ban Ki-moon, seperti dikutip dari AFP.
“Selama percakapan telepon itu, Putin mengatakan, bahwa mereka tidak memiliki bukti apakah serangan senjata kimia telah terjadi atau siapa yang bertanggung jawab," ujar Juru Bicara kantor Perdana Menteri Inggris, seperti dikutip dari AFP.
Cameron sendiri dilporkan bersikeras, bahwa ada "sedikit keraguan" kalau rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah melakukan serangan senjata kimia. Cameron meragukan, bahwa para pemberontak memiliki kemampuan untuk melakukan serangan seperti itu.
“Rezim juga telah mencegah akses PBB, segera setelah terjadinya serangan. Ini menunjukkan kalau mereka menyembunyikan sesuatu," kata Cameron kepada Putin, menurut sang jubir.
Saat ini, tim PBB yang menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia mematikan telah berhasil menemui korban selamat dari serangan yang terjadi di dekat Damaskus itu. “Meski konvoi mereka dihujani tembakan oleh sniper, namun tim berhasil berbicara dengan para korban selamat,” jelas Sekjen PBB, Ban Ki-moon, seperti dikutip dari AFP.
(esn)