Sniper tembaki tim penyidik senjata kimia PBB di Suriah
Senin, 26 Agustus 2013 - 19:46 WIB
Sniper tembaki tim penyidik senjata kimia PBB di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Tim penyidik senjata kimia PBB yang tengah memeriksa wilayah yang diduga menjadi lokasi serangan senjata kimia di Damaskus, Suriah, ditembaki oleh penembak jitu (sniper), Senin (26/8/2013).
Juru Bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan, sniper yang tak dikenal menembaki anggota tim ahli penyidik PBB yang sedang menyelidiki penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus. "Serangan itu memaksa tim menanggungkan pemeriksaan, tidak ada korban luka-luka dalam serangan penembakan itu," ungkap Nesirky.
"Kendaraan pertama dari tim penyidik senjata kimia PBB, sengaja ditembak beberapa kali oleh penembak jitu yang tak dikenal," terangnya.
Serangan itu terjadi setelah dua mortir menghantam sebuah distrik di pusat Damaskus. Dua mortir itu dikabarkan menyasar di dekat Hotel Four Seasons, tempat tim itu menginap.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden itu.Belum jelas siapa pelaku penembakan dan pemboman itu. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Moualem, mengaku telah membuat kesepakatan dengan Tim Inspektur PBB, di mana Pemerintah Suriah setuju melakukan gencatan senjata dengan pihak pemberontak selama tim itu bekerja.
Seperti diketahui, tim penyidik PBB tengah menyelidiki dugaan serangan kimia senjata di al-Ghouta, dekat Damaskus Rabu (21/8/2013) lalu. Menurut kelompok relawan Medecins Sans Fronteries, serangan itu telah menewaskan 355 orang. Sementara versi para aktivis dan oposisi Suriah, serangan itu menewaskan 1.300 orang.
Juru Bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan, sniper yang tak dikenal menembaki anggota tim ahli penyidik PBB yang sedang menyelidiki penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus. "Serangan itu memaksa tim menanggungkan pemeriksaan, tidak ada korban luka-luka dalam serangan penembakan itu," ungkap Nesirky.
"Kendaraan pertama dari tim penyidik senjata kimia PBB, sengaja ditembak beberapa kali oleh penembak jitu yang tak dikenal," terangnya.
Serangan itu terjadi setelah dua mortir menghantam sebuah distrik di pusat Damaskus. Dua mortir itu dikabarkan menyasar di dekat Hotel Four Seasons, tempat tim itu menginap.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden itu.Belum jelas siapa pelaku penembakan dan pemboman itu. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Moualem, mengaku telah membuat kesepakatan dengan Tim Inspektur PBB, di mana Pemerintah Suriah setuju melakukan gencatan senjata dengan pihak pemberontak selama tim itu bekerja.
Seperti diketahui, tim penyidik PBB tengah menyelidiki dugaan serangan kimia senjata di al-Ghouta, dekat Damaskus Rabu (21/8/2013) lalu. Menurut kelompok relawan Medecins Sans Fronteries, serangan itu telah menewaskan 355 orang. Sementara versi para aktivis dan oposisi Suriah, serangan itu menewaskan 1.300 orang.
(esn)