PBB mulai bergerak selidiki senjata kimia di Suriah
Senin, 26 Agustus 2013 - 08:44 WIB
PBB mulai bergerak selidiki senjata kimia di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Inspektur PBB menyatakan, timnya mulai bergerak hari ini, (26/8/2013), untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, seperti laporan yang mereka terima. Pemerintah Suriah saat menerima kunjungan tim PBB juga setuju melakukan gencatan senjata selama penyelidik bekerja.
Pernyataan itu disampaikan pihak Inspektur PBB, dalam sebuah pernyataan. ”Inspektur bersiap-siap untuk melakukan kegiatan pencarian fakta di tempat (lokasi serangan senjata kimia), mulai Senin 26 Agustus,” bunyi pernyataan Inspektur PBB, seperti dikutip al-Jazeera, Senin (26/8/2013).
Saat tiba di Ibu Kota Suriah, Damaskus, pekan lalu, Tim Inspektur PBB mengatakan, investigasi dilakukan pada kedua pihak. Baik, oposisi maupun Pemerintah Bashar al-Assad. Tim itu menyebut, rencananya, investigasi berlangsung dua minggu untuk tiga situs atau tiga lokasi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah, Walid Moualem mengatakan, Pemerintah Suriah akan mengizinkan tim penyidik senjata kimia PBB meninjau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus.”Kami sedang mendiskusikan persiapan kunjungan ini dengan tim penyidik senjata kimia PBB,” kata Moualem, kemarin.
Moualem mengaku telah melakukan percakapan dengan Menlu Iran, Javad Zarif lewat telepon, Sabtu (25/8/2013). Dalam percakapan itu, Moualem menegaskan bahwa Pemerintah Suriah tidak menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus.
"Pemerintah Suriah akan bekerjasama dengan tim penyidik senjata kimia PBB menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka melakukan kunjungan ke lokasi serangan senjata kimia kelompok teroris," ucap Muarif dalam percakapannya dengan Zarif.
Sementara itu, Pemerintah Iran menuduh, senjata kimia sejatinya digunakan kelompok oposisi Suriah. Menurut Zarif, pemerintahannya sangat mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah. Tindakan itu, katanya, harus ditentang dan tidak boleh dibiarkan.
Pernyataan itu disampaikan pihak Inspektur PBB, dalam sebuah pernyataan. ”Inspektur bersiap-siap untuk melakukan kegiatan pencarian fakta di tempat (lokasi serangan senjata kimia), mulai Senin 26 Agustus,” bunyi pernyataan Inspektur PBB, seperti dikutip al-Jazeera, Senin (26/8/2013).
Saat tiba di Ibu Kota Suriah, Damaskus, pekan lalu, Tim Inspektur PBB mengatakan, investigasi dilakukan pada kedua pihak. Baik, oposisi maupun Pemerintah Bashar al-Assad. Tim itu menyebut, rencananya, investigasi berlangsung dua minggu untuk tiga situs atau tiga lokasi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah, Walid Moualem mengatakan, Pemerintah Suriah akan mengizinkan tim penyidik senjata kimia PBB meninjau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus.”Kami sedang mendiskusikan persiapan kunjungan ini dengan tim penyidik senjata kimia PBB,” kata Moualem, kemarin.
Moualem mengaku telah melakukan percakapan dengan Menlu Iran, Javad Zarif lewat telepon, Sabtu (25/8/2013). Dalam percakapan itu, Moualem menegaskan bahwa Pemerintah Suriah tidak menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus.
"Pemerintah Suriah akan bekerjasama dengan tim penyidik senjata kimia PBB menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka melakukan kunjungan ke lokasi serangan senjata kimia kelompok teroris," ucap Muarif dalam percakapannya dengan Zarif.
Sementara itu, Pemerintah Iran menuduh, senjata kimia sejatinya digunakan kelompok oposisi Suriah. Menurut Zarif, pemerintahannya sangat mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah. Tindakan itu, katanya, harus ditentang dan tidak boleh dibiarkan.
(esn)