Al-Nusra bersumpah balas serangan senjata kimia tentara Suriah
Minggu, 25 Agustus 2013 - 21:08 WIB
Al-Nusra bersumpah balas serangan senjata kimia tentara Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Front Al-Nusra, kelompok jihad Islam Suriah yang berkaitan dengan jaringan teroris internasional al-Qaeda bersumpah akan membalas serangan tentara Suriah di sejumlah desa di Dekat Ibu Kota Damakus, Minggu (25/8/2013).
"Desa-desa alawit akan membayar harga atas setiap serangan roket kimia yang telah menghantam orang-orang kami di Damaskus," ungkap Abu Mohammed al-Jawlani, pemimpin Front Al-Nusra dalam sebuah pesan audio tang diposting di halaman akun Twitternya, seperti dilansir Naharnet.
Seperti diketahui, Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan bagian dari komunitas Alawit, sebuah cabang Islam Syiah, sementara para pemberontak Suriah kebanyakan pengikut Islam Sunni, termasuk Front Al-Nusra yang berjanji setia kepada al-Qaeda.
Seperti diketahui, hingga kemarin, pihak kelompok oposisi utama di Suriah mengklaim jumlah korban tewas akibat penggunaan bom kimia di Ghouta, dekat Damaskus sudah mencapai 1.300 orang. Pelakunya, kata kelompok itu, adalah pasukan Presiden Bashar al-Assad.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, menuding para pemberontak terpaksa menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak karena "depresi" akibat kemajuan pesat pergerakan pasukan pemerintah.
"Desa-desa alawit akan membayar harga atas setiap serangan roket kimia yang telah menghantam orang-orang kami di Damaskus," ungkap Abu Mohammed al-Jawlani, pemimpin Front Al-Nusra dalam sebuah pesan audio tang diposting di halaman akun Twitternya, seperti dilansir Naharnet.
Seperti diketahui, Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan bagian dari komunitas Alawit, sebuah cabang Islam Syiah, sementara para pemberontak Suriah kebanyakan pengikut Islam Sunni, termasuk Front Al-Nusra yang berjanji setia kepada al-Qaeda.
Seperti diketahui, hingga kemarin, pihak kelompok oposisi utama di Suriah mengklaim jumlah korban tewas akibat penggunaan bom kimia di Ghouta, dekat Damaskus sudah mencapai 1.300 orang. Pelakunya, kata kelompok itu, adalah pasukan Presiden Bashar al-Assad.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, menuding para pemberontak terpaksa menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak karena "depresi" akibat kemajuan pesat pergerakan pasukan pemerintah.
(esn)