PBB: Pengguna bom kimia di Suriah dapat hukuman serius
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 09:05 WIB
PBB: Pengguna bom kimia di Suriah dapat hukuman serius
A
A
A
Sindonews.com – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, pada Jumat (23/8/2013), mengatakan, penggunaan bom kimia di Suriah termasuk kejahatan kemanusiaan. Penggunaan senjata kimia itu, katanya, akan menuai konsekuensi serius.
Pernyataan Ki-moon terkait krisis di Suriah itu, ia sampaikan dalam sebuah acara di Ibu Kota Korea Selatan, Seoul. ”Setiap penggunaan senjata kimia di mana saja, oleh siapa saja, dalam keadaan apapun melanggar hukum internasional,” ujarnya.
”Seperti halnya kejahatan terhadap kemanusiaan, (tindakannya) harus mendapatkan konsekuensi (hukuman) serius bagi pelakunya,” lanjut ki-Moon.
Sehari sebelumnya, Ki-moon, melalui juru bicaranya, Eduardo del Buey, mengatakan, penyelidikan terkait dugaan penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus sudah mendesak untuk diselidiki. ”Perlu diselidiki tanpa penundaan,” kata del Buey, seperti dikutip BBC.
Ki-moon, katanya, sudah mengirim kepala pelucutan senjata PBB, Angela Kane ke Damaskus, untuk melakukan penyelidikan. Dugaan penggunaan senjata kimia terjadi pada Rabu (21/8/2013) lalu.
Hingga kemarin, pihak kelompok oposisi utama di Suriah mengklaim jumlah korban tewas akibat penggunaan bom kimia di Ghouta, dekat Damaskus sudah mencapai 1.300 orang. Pelakunya, kata kelompok itu, adalah pasukan Presiden Bashar al-Assad.
”Pemerintah membantai lebih dari 1.300 orang dalam serangan senjata kimia di dekat Damaskus,” kata kelompok oposisi itu, dalam pernyataan yang dikutip Daily Mail.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
Pernyataan Ki-moon terkait krisis di Suriah itu, ia sampaikan dalam sebuah acara di Ibu Kota Korea Selatan, Seoul. ”Setiap penggunaan senjata kimia di mana saja, oleh siapa saja, dalam keadaan apapun melanggar hukum internasional,” ujarnya.
”Seperti halnya kejahatan terhadap kemanusiaan, (tindakannya) harus mendapatkan konsekuensi (hukuman) serius bagi pelakunya,” lanjut ki-Moon.
Sehari sebelumnya, Ki-moon, melalui juru bicaranya, Eduardo del Buey, mengatakan, penyelidikan terkait dugaan penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus sudah mendesak untuk diselidiki. ”Perlu diselidiki tanpa penundaan,” kata del Buey, seperti dikutip BBC.
Ki-moon, katanya, sudah mengirim kepala pelucutan senjata PBB, Angela Kane ke Damaskus, untuk melakukan penyelidikan. Dugaan penggunaan senjata kimia terjadi pada Rabu (21/8/2013) lalu.
Hingga kemarin, pihak kelompok oposisi utama di Suriah mengklaim jumlah korban tewas akibat penggunaan bom kimia di Ghouta, dekat Damaskus sudah mencapai 1.300 orang. Pelakunya, kata kelompok itu, adalah pasukan Presiden Bashar al-Assad.
”Pemerintah membantai lebih dari 1.300 orang dalam serangan senjata kimia di dekat Damaskus,” kata kelompok oposisi itu, dalam pernyataan yang dikutip Daily Mail.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
(esn)